Aku Bukanlah Supermen…

Saya terharu. Jujur, beberapa minggu belakangan setelah 28 hari ngeblog bulan November lalu, saya malah jadi  jarang ngeblog. Penyebab saya jadi jarang ngeblog juga bukan karena saya kehabisan ide untuk nulis akibat diperas terlalu sering bulan November lalu. Kalau boleh membela diri, saya jarang ngeblog bukannya malas ngeblog tapi ada saja hal-hal yang membuat saya jauh dari nggak bisa menggunakan laptop saya untuk berselancar di dunia maya. Ya yang harus nunggu giliran biar bisa internetan lah (di rumah saya pakai internetnya gantian sama 3 adik saya dan ayah saya), belum yang laptop rusak lah, harus menyelesaikan tugas akhir tahun lah, yang harus liburan di rumah sakit lah (panjang ceritanya, Insya Allah saya tulis kisah haru birunya di sini, hehe), dan hal-hal remeh temeh lainnya yang membuat saya jadi jarang ngeblog. Nah, yang buat saya terharu, ketika saya buka blog ini untuk yang pertama kalinya setelah vakum kemarin, pege view saya yang saya kira bakal sepi, ternyata masih menunjukkan data statistik yang menyenangkan. Ternyata meskipun lama vakum, blog saya nggak sepi-sepi amat, malah ada pengunjung baru juga, hiks… Saya jadi malu, karena nggak bisa posting apa-apa selama beberapa bulan belakangan.

Dan, sekarang saya mau posting dong, hehe… Jadi, beberapa hari lalu, saya yang waktu liburan lalu kebanyakan nonton film superhero dan merasa di dalam diri saya ada kekuatan tersembunyi dari planet Krypton, mendapatkan balasan yang setimpal atas halusinasi saya yang berlebihan itu.

Beberapa pagi lalu, saya yang akan berangkat mengajar sedang mengeluarkan sebuah sepeda motor milik adik saya. Karena posisi sepeda motor tersebut tidak memungkinkan dan menghalangi sepeda motor saya, saya pun dengan tingkat kepercayaan diri tingkat dewa berusaha mengangkat bagian belakang motor tersebut. Percobaan pertama, berhasil, tapi saya masih belum puas, sehingga saya memutuskan untuk mengangakat bagian belakang motor adik saya agar lebih menepi dengan menumpukan motor tersebut pada paha saya. Dan di percobaan kedua inilah tragedi itu terjadi. Begitu saya menumpu dan menggeser bagian belakang motor saya menggunakan paha, saya merasakan ada yang menarik otot kaki saya lalu menjalar ke punggung, dan jatuhlah saya. Detik itu saya tahu, saya kecetit saudara-saudara.

Apakah kecetit itu?

Kecetit adalah masalah nyeri, tegang otot, atau biasa disebut spasme otot. Kecetit beda dengan saraf terjepit yang pengobatannya harus melalui proses operasi saraf. Kecetit biasanya jauh lebih mudah disembuhkan. Posisi kecetit  bisa di punggung, pinggul, bahkan di perut. Kecetit umumnya akibat  berusaha menjangkau benda dengan posisi yang tidak benar atau seperti kejadian yang saya alami di atas, yang sok-sok an mengangkat motor dengan bertumpu pada paha. Kecetit juga bisa disebabkan karena,

– Mengangkat beban yang terlalu berat
– Duduk terlalu lama dengan posisi yang salah
– Terlalu membungkuk
– Mengangkat barang berat dan posisi berputar

Lalu, apakah kecetit bisa disembuhkan?

Jawaban saya, bisa banget. Beberapa jam setelah mendapatkan pertolongan pertama untuk penderita kecetit, yaitu mengoleskan obat anti nyeri pada bagian yang sakit, Ibu saya memanggil seorang Mbah (orang tua, Jawa) tukang pijat yang biasa memijat Ibu saya. Sebenarnya saya nggak terlalu senang dengan kedatangan beliau, tapi karena kecetit pada tulang belakang konon katanya bisa menyebabkan kelumpuhan (pada saat kecetit saya memang jadi tidak bisa jalan, bahkan duduk pun kesulitan), saya pun menerima kedatangan beliau dengan berat hati. Saya bukannya benci dengan beliau, saya hanya tidak suka cara memijit beliau yang menurut saya sangat amat menyakitkan. Beberapa tahun lalu kaki saya pernah terkilir, Ibu saya pun memanggil beliau untuk menyembuhkan kaki saya. Waktu itu dengan entengnya beliau memutar-mutar kaki saya ketika proses pemijatan tanpa peduli pada jeritan saya yang menyayat hati. Dan peristiwa itu kembali berputar di otak saya ketika beliau datang. Hari itu, peristiwa traumatis yang saya alami beberapa tahun lalu kembali saya alami, bedanya, rasa sakit itu tidak hanya saya rasakan di kaki, tapi di seluruh tubuh saya karena ternyata otot tulang belakang berkaitan dengan banyak otot di tubuh saya. Saya pun sukses membuat burung-burung yang bertengger di dahan pohon belakang rumah terbang ketakutan karena teriakan saya yang fals. Saat itu saya sadar, saya terlalu lalai merawat tubuh saya sendiri sehingga saya harus mengalami peristiwa kecetit ini, dan betapa nikmatnya anugerah sehat yang Allah berikan pada saya yang saya sia-siakan.

Meskipun proses pemijatan itu lebih mirip dengan proses penjagalan. Tapi saya bersyukur, karena ternyata kecetit saya tidak terlalu parah sehingga bisa langsung diatasi. Meskipun jalan saya masih tertatih-tatih karena menahan nyeri setelah dipijat, tapi proses penyembuhannya menurut saya jauh lebih cepat daripada ketika kaki saya terkilir beberapa tahun lalu, saat itu saya malah tidak bisa bangun dari tempat tidur selama 3 minggu. Saya percaya, setiap ada musibah atau peristiwa, pasti ada hikmah yang bisa kita dapatkan di dalamya. Peristiwa kecetit ini buat saya sadar, banyak kebiasaan buruk yang saya lakukan yang membuat otot-otot di tubuh saya mudah tegang. Ditambah berat badan saya yang mencapai angka di atas normal, membuat tubuh saya tidak mendapatkan beban berlebih ketika berdiri. Saya harus diet dan olahraga. Kalau kata Ibu saya, saya harus mulai rajin minum susu. Iya, saya nggak terlalu suka minum susu, jadi untuk mencegah peristiwa kecetit terulan lagi, saya sepertinya harus mempertimbangkan untuk mengkonsumsi susu kedelai. Karena menurut beberapa artikel yang pernah saya baca, susu kedelai memiliki kandungan protein dan kalsium yang sama dan setara dengan susu sapi, aromanya juga nggak bikin eneg, jadi cocok untuk saya.

Kalau menurut artikel yang barusan saya baca ini, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah kecetit atau nyeri punggung, yaitu :

1.Melakukan olahraga secara teratur untuk memperkuat tulang punggung dan otot punggung (pilih olahraga yang tidak berat atau tidak berisiko menimbulkan cedera).

2.Menghindari tindakan mengangkat barang berat, saat mengangkat barang lakukan dengan lutut menekuk dan punggung tetap tegak.

3.Menghindari penggunaan sepatu bertumit tinggi.

4.Menjaga berat badan dalam batas normal.

5.Mengambil sikap/postur tubuh yang tepat selagi duduk, berdiri, atau bergerak.

6.Istirahat jika tubuh terasa stress atau lelah.

7.Tidur dalam posisi yang tepat, nyaman, dan tidak menimbulkan peregangan berlebihan pada punggung. Pilih kasur/alas tidur yang cukup padat (keras).

8.Mengubah posisi tubuh sesering mungkin selagi duduk atau berdiri dalam waktu lama untuk menghindari peregangan pada otot punggung.

Akhirnya, saya sampai pada suatu kesimpulan, sehat itu mahal. Dapatnya memang gratis, tapi begitu kita kehilangan itu, kita harus bayar mahal untuk mendapatkannya kembali. Eh, saya kayaknya punya kesimpulan lagi deh, bahwa saya sebenarnya hanyalah manusia biasa bukan superhero, jadi saya harus sadar diri, kalau mengangkat sepeda motor dengan bertumpu pada paha adalah hal terbodoh sedunia, hehe.

Advertisements