#Day 20 : Dirgahayu, Saya.

Hari ini saya resmi memasuki angka 25 Tahun dalam hidup saya. Itu artinya sudah 9131 hari saya ada di dunia ini, dan saya nggak sendiri, menurut Mbah Google, ada sekitar 398.000 bayi yang lahir pada 20 November 1988. Saya harap, nggak semua dari 398.000 bayi tersebut yang sifatnya sama kayak saya, bisa hancur dunia, hahaha.

Mungkin karena sifat narsis dan sok seleb saya yang overdosis, seharian ini bawaan saya curiga saja sama teman-teman saya, semua tingkah mereka terlihat aneh, saya juga sudah siap tempur seandainya saya dikerjai hari ini. Alhamdulillah, ternyata tidak terjadi apa-apa sampai detik ini. Saya aja yang kepede-an dan negative thinking sama orang-orang, hehe.

Dari dulu saya selalu membayangkan, ketika umur 25 nanti bagaimana hidup saya, dan sudah jadi apa saya? Kalau cara berfikir saya masih sama seperti cara berfikirnya Vani Laila Fitriani beberapa tahun lalu, mungkin saya menganggap saya yang saat ini gagal. Cuma jadi guru TK, masih jadi jomblowati sejati, tabungan kembang kempis, kemana-mana masih naik motor, dan masih setia ngeblog saja belum jadi penulis best seller. Untung saya sudah tobat dan kembali ke jalan yang benar, hehe. Yang jelas, hari ini saya bersyukur, masih dikasih nafas, dikasih keluarga yang baik, teman-teman yang setia dalam suka dan duka, pekerjaan yang insya Allah berkah, dan segaris keriput yang menandakan bukan saatnya lagi saya jadi perempuan dewasa yang sok jadi ABG dan masih sering melankolis serta galau dalam menghadapi permasalahan yang saya alami.  25 tahun untuk saya adalah awal bagi seseorang untuk memulai babak baru kehidupan yang lebih baik lagi, karena waktu seperempat abad bukan waktu yang sedikit untuk berguru dan belajar pada kehidupan. Kayak yang banyak orang bilang, menjadi tua itu pasti tapi menjadi dewasa itu pilihan. Harapan saya sih, saya nggak hanya tua, tapi juga menjadi pribadi yang jauh jauh lebih dewasa dari sebelumnya. Insya Allah… 🙂

Oh iya, waktu lihat Google Doodle hari ini, ternyata ada tokoh terkenal yang tanggal lahirnya sama dengan saya, namanya Selma Ottilia Lovisa Lagerlöf. Beliau adalah penulis buku anak-anak asal Swedia yang pernah mendapatkan Nobel Sastra pada tahun 1909, dan beliau juga merupakan penulis perempuan yang pertama kali mendapatkan Nobel dalam bidang sastra (sumber). Kerennya, Selma Lagerlöf ini mantan guru yang pensiun dini demi fokus dengan kegiatan menulisnya. Kira-kira saya bisa nggak ya jadi kayak beliau? hehe. Karena itulah, Google Doodle hari ini memajang ilustrasi gambar anak-anak untuk memperingati hari lahir beliau. Dan, karena kebetulan saya punya akun Google+ hari ini saya juga punya Google Doodle pribadi yang khusus disiapkan Google untuk saya, hahaha. Padahal semua pengguna Google+ pasti dapat ini kalau mereka ulang tahun. Tapi, khusus hari ini, biarkan saya sombong dan berbangga diri, cuma ini sih yang bisa dibanggain dalam hidup saya *curhat* 😀

Terima kasih mbah Google, tahu aja hari ulang tahun cucunya :P

Terima kasih mbah Google, tahu aja hari ulang tahun cucunya 😛

Tiba-tiba saya jadi penasaran, Kira-kira pada waktu saya lahir 25 tahun yang lalu, hal apa saja ya yang saat itu terjadi di dunia? Setahu saya, kalau nggak salah tahun 1988 adalah tahun diselenggarakannya Olimpiade musim panas di Korea Selatan. Waktu itu Korean Wave  belum sedahsyat sekarang, kalau dulu Korean Wave sudah booming, bisa dipastikan, TVRI jadi televisi terpopuler abad ini, soalnya waktu itu saluran televisi hanya TVRI saja, hehe. Setelah baca-baca artikel di Google, saya jadi tahu, ternyata pada tanggal 20 November di tahun-tahun yang berbeda, telah terjadi banyak peristiwa bersejarah. Misalnya: Pada tanggal 20 November 1917, Inggris mengkampanyekan Perang Dunia Pertama lewat serangannya ke Jerman, di Cambrai, Perancis. Karena itulah serangan ini disebut Battle of Cambrai. Meskipun berhasil dipukul mundur oleh pasukan Jerman, tapi pertempuran tersebut memakan waktu kurang lebih selama 12 hari dan berakhir pada 7 Desember 1917. Selanjutnya, pada tanggal 20 November 1947, Ratu Elizabeth, yang pada saat itu masih menjadi putri, menikah dengan  Letnan Philip Mountbatten dan mendapat gelar Duke dan Duchess of Edinburgh. Pernikahan tersebut diselenggarakan di Westminster Abbey di London, Inggris. Kalau saya lahir di Inggris, mungkin saya ikut diundang dalam ulang tahunpesta pernikahan Ratu Elizabeth hari ini ya? 😀

Sedangkan, pada tanggal 20 November 1979, 200 Muslim Sunni mengadakan revolusi di Masjidil Haram di Mekkah, lebih dari ribuan jamaah haji menjadi sandera, dan ratusan lainnya bersama dengan para militan menjadi korban dalam baku tembak di halaman masjid. Revolusi tersebut dipimpin oleh Juhayman al-Otaybi yang menginginkan kerajaan Saudi kembali ke jalan Islam yang benar, menurutnya, pada waktu itu budaya Barat terlalu dalam mempengaruhi setiap aspek kehidupan di Saudi Arabia. Dengan bantuan pemerintah dan tentara Pakistan, akhirnya revolusi tersebut bisa dihentikan setelah berlangsung selama 2 minggu. Juhayman al-Otaybi sendiri akhirnya ditangkap, diadili, dan dihukum mati. Peristiwa ini terkenal dengan sebutan Grand Mosque Seizure, dan benar-benar menggoyahkan dunia Islam pada saat itu. Karena, Masjidil Haram merupakan tempat ibadah yang paling penting, suci dan bersejarah bagi umat Islam. Dan, pada Tanggal 20 November 1985. Perusahaan Microsoft milik Bill Gates meluncurkan Microsoft Windows 1.0 untuk pertama kalinya. Microsoft Windows 1.0 merupakan versi awal Windows yang diluncurkan, kesukesannya diikuti oleh Windows 2.0 yang diluncurkan 2 tahun kemudian. Jadi kepikiran deh, seandainya saya minta diskon untuk install Windows 8 kira-kira bakal dikasih nggak ya sama Bill Gates, kan tanggal lahirnya sama dengan tanggal pertama kali dirilisnya Windows, hehe. *ngarep*

Terakhir, peristiwa bersejarah lainnya terjadi pada tanggal 20 November 1988. Saat itu seorang bayi imut nan lucu dilahirkan tanpa bidan (bidannya masih di jalan, tapi saya sudah nggak sabar untuk keluar, akhirnya saya memutuskan untuk mem-brojol-kan diri :D) di sebuah rumah kuno di pesisir utara Jawa di sebuah kota kecil bernama Pekalongan. Peristiwa tersebut merupakan peristiwa bersejarah untuk kedua orang tua bayi tersebut karena ini kedua kalinya sang istri melahirkan. Harapannya, bayi mereka akan tumbuh sehat tidak seperti kakaknya yang harus meninggalkan dunia lebih cepat karena sakit kuning. Bayi tersebut awalnya diberi nama Va’ni Laila Fitriani, tapi karena kesalahan juru ketik di kantor administrasi saat membuat akte kelahiran, nama bayi tersebut menjadi Vani Laila Fitriani. (Rasanya, saya pengin memberi bingkisan pada juru ketik tersebut, karena meskipun artinya bagus, tapi saya nggak membayangkan harus memiliki tanda koma di atas nama saya seumur hidup, hehe). Beberapa bulan setelah kelahiran bayi tersebut, pada awal tahun 1989 terjadilah bencana Banjir Bandang yang bersejarah di daerah Pekalongan dan kota-kota di sekitarnya, banjir tersebut berasal dari kali Comal yang melintasi kota Pekalongan. Bahkan konon saking dahsyatnya banjir tersebut, sebuah desa di kota Pemalang yang bertetangga dengan Pekalongan benar-benar tenggelam, sehingga para penduduknya memutuskan untuk mengungsi ke lokasi yang baru dan membangun desa mereka lagi. Nah, pada saat peristiwa banjir bandang tersebut, karena terlalu tingginya air yang tidak memungkinkan Ibu si bayi menggendong anaknya ketika berjalan ke pengungsian. Si Ibu akhirnya memutuskan untuk menaruh anaknya di dalam sebuah ember besar dan mengapungkannya di tengah banjir. Sejak mendengar cerita tragis itu dari Neneknya beberapa tahun lalu, si bayi yang mulai beranjak dewasa curiga, jangan-jangan dia tertukar saat banjir bandang tersebut, sehingga ia tumbuh tidak secantik Ibunya ataupun sepintar Ayahnya, hehe *korban sinetron*

Pada dasarnya, setiap hari dalam hidup kita adalah hari terjadinya peristiwa-peristiwa bersejarah yang patut kita monumenkan dalam fikiran kita, selama setiap hari itu kita isi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi kita, orang-orang di sekitar kita dan kehidupan kita sendiri. Jadi apa sejarahmu? 🙂

Oh iya, waktu lagi iseng browsing saya nemu situs lucu ini. Di situs ini, sejarah kelahiran kita diprediksi secara ilmiah, menurut mereka sih, menurut saya lucu banget, haha. Dan, akhirnya, di umur 25 tahun ini cuma satu harapan saya. Saya menjadi orang yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Aamiin.. Itu tadi harapan ya, kalau keinginan sih, buanyaakk.. hehe

Dirgahayu, saya. 🙂

Every year on your birthday, you get a chance to start new.
– Sammy Hagar –

Tulisan ini disponsori event :

novemberngeblog

Advertisements

4 thoughts on “#Day 20 : Dirgahayu, Saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s