#Day 18 : Untuk Apa Kita Berdo’a?

Prayer is not asking. It is a longing of the soul. It is daily admission of one’s weakness. It is better in prayer to have a heart without words than words without a heart.
– Mahatma Gandhi

 

Untuk apakah kita berdo’a?

Beberapa hari belakangan pertanyaan itu bersliweran di otak saya setelah saya silang pendapat dengan seorang teman berhari-hari lalu. Ceritanya, teman saya itu sedang nggak suka pada dirinya sendiri yang akhir-akhir ini jarang berdo’a, setiap sehabis shalat dia langsung ngluyur (melipir) tanpa meluangkan sedikit waktu untuk meminta kepada Allah. Alasannya, dia merasa nggak pantas meminta terlalu banyak, dia merasa apa yang dia miliki sudah cukup, dan dia nggak ingin “membebani” Allah dengan berbagai permintaannya yang bermacam-macam. Saya yang sering berdo’a dalam setiap kesempatan yang saya punya pun merasa sedikit tersinggung, karena saya juga nggak lebih baik dari dia. Saya merasa seolah-olah saya ini mahluk tak tahu diri yang berdosa banyak tapi masih punya nyali untuk minta banyak hal sama Allah. Debatlah kami.

Tapi setelah hari itu saya mikir, salah ya kalau saya minta sama Allah? Meskipun saya selalu ingin setiap do’a saya dikabulkan oleh Allah. Tapi saya tahu diri, Gusti Allah bukan drive thru nya Mc Donald yang setiap doa langsung siap saji. Gusti Allah melihat unsur usaha, keikhlasan, dan kepasrahan dalam setiap do’a umatnya. Dan saya juga tahu, nggak semua do’a yang saya ucapkan itu nantinya baik untuk saya, karena saya tahu dan mengimani, bahwa Allah tahu mana yang terbaik dan mana yang tidak untuk umatnya. Kalau nggak meminta kepada Allah, Tuhan yang menciptakan saya, saya minta ke siapa lagi?

Buat saya pribadi. Do’a bukan hanya media saya untuk meminta kepada Allah. Do’a juga bisa jadi salah satu cara saya untuk bebincang dan curhat sama Allah selain lewat ibadah lainnya. Saya pun tidak hanya berdo’a ketika sehabis shalat saja. Karena saya seorang guru TK, untuk membiasakan anak-anak saya hafalan do’a sehari-hari, saya pun harus menghafal do’a sehari-hari, supaya saya nggak mendadak hafalan setiap mau mengajari mereka. Jadi setiap sebelum dan setelah makan, keluar dan masuk rumah, keluar masuk kamar mandi, sebelum dan sesudah tidur, masuk dan keluar masjid, sampai melepas dan memakai pakaian pun, saya selalu berusaha untuk berdo’a. Yang begitu masuk kategori do’a kan? Isi d’oa saya selama ini juga standar saja, bukan minta uang 1 miliar, mobil mewah, rumah sebesar istana, atau suami secakep Dude Harlino. Meskipun saya tahu sah-sah saja saya meminta hal-hal itu, tapi saya masih ingat dosa dan meminta hal yang menurut saya, saya butuhkan saja. Terus, salah ya kalau saya berdo’a begitu?

Kembali lagi ke pertanyaan di atas. Sebenarnya, untuk apakah kita berdo’a?

Menurut Abû Al-Qasim Al-Naqsabandî dalam kitab syarah Al-Asmâ’u al-Husnâ pengertian doa terbagi dalam beberapa aspek, yaitu:

1.) Do’a dalam pengertian “Ibadah.” Seperti dalam Al-Quran surah Yûnûs ayat 106.

Artinya: “Dan janganlah kamu beribadah, kepada selain Allah, yaitu kepada sesuatu yang tidak dapat mendatangkan manfaat kepada engkau dan tidak pula mendatangkan madarat kepada engkau.”

Maksud kata berdo’a di atas adalah ber-“ibadah” (menyembah). Yaitu jangan menyembah selain daripada Allah, yakni sesuatu yang tidak memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan madarat kepadamu.

2.) Do’a dalam pengertian “Istighatsah” (memohon bantuan dan pertolongan). Seperti dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 23 dibawah ini.

Artinya: “Dan berdo’alah kamu (mintalah bantuan) kepada orang-orang yang dapat membantumu.”

Maksud kata “berdo’a” (wad’u) dalam ayat ini, adalah “Istighatsah” (meminta bantuan, atau pertolongan). Yaitu mintalah bantuan atau pertolongan dari orang-orang yang mungkin dapat membantu dan memberikan pertolongan kepada kamu.

3.) Do’a dalam pengertian “permintaan” atau “permohonan.” Seperti dalam Al-Quran surah Al-Mu’minûn ayat 60 dibawah ini.

Artinya: “Mohonlah (mintalah) kamu kepada-Ku, pasti Aku perkenankan (permintaan) kamu itu.”

Maksud kata “Do’a” (ud’ûnî) dalam ayat ini adalah, “memohon” atau “meminta.” Yaitu, mohonlah (mintalah) kepada Aku (Allah) nisscaya Aku (Allah) akan perkenankan permohonan (permintaan) kamu itu.

4.) Do’a dalam pengertian “percakapan”. Seperti dalam Al-Quran surah Yûnûs ayat 10 dibawah ini.

Artinya: “Do’a (percakapan) mereka di dalamnya (surga), adalah Subhânakallâhumma (Mahasuci Engkau wahai Tuhan).”

5.) Do’a dalam pengertian “memanggil.” Seperti firman Allah dalam Al-Quran dibawah ini.

Artinya: “Pada hari, dimana la mendoa (memanggil) kamu.”

Maksud kata “do’a” (yad’û) dalam ayat ini adalah “memanggil.” Yaitu, pada suatu hari, dimana la (Tuhan) menyeru (memanggil) kamu.

6.) Do’a dalam pengertian “memuji.” Seperti dalam Al-Quran surah Al-Isrâ’ ayat 110 dibawah ini.

Artinya: “Katakanlah olehmu hai Muhammad: berdo’alah (pujilah) akan Allah atau berdo’alah (pujilah), akan Ar-Rahmân (Maha penyayang).”

Maksud kata “do’a ” (qulid’û) dalam ayat ini adalah “memuji”. Yaitu, pujilah olehmu Muhammad akan Allah atau pujilah olehmu Muhammad akan Al-Rahmân.

Dari penjelasan panjang di atas, dapat kita simpulkan bahwa fungsi do’a adalah, untuk meminta, berharap, berbicara, memuji, memanggil dan beribadah kepada Allah. Selain itu, isi doa tidak semata tentang permintaan dan permohonan saja, di dalamnya juga ada puji-pujian kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur kita kepada-Nya. Hal tersebut bisa kita lihat dalam kidung-kidung doa setiap agama, di dalamnya pasti terdapat puji-pujian kepada Tuhannya masing-masing. Sedangkan dalam Islam sendiri, kita senantiasa dianjurkan untuk mengawali doa kita dengan membaca surat Al Fatihah, karena di dalamnya, selain mengandung permohonan dan harapan, juga ada puji-pujian kepada Allah SWT.

Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, dosen UIN Jakarta pernah menuliskan dalam salah satu artikelnya, bahwa ketika berdoa kepada Tuhan, beban seseorang akan menjadi ringan karena telah dibagi dengan Dia Yang Maha Agung yang di tangan-Nya tergenggam semesta ini. Dengan mengadu dan membuka diri di hadapan- Nya,doa akan mengalirkan energi Ilahi, sehingga seseorang akan memperoleh kekuatan baru dan berlipat ibarat kita recharging baterai yang sudah lemah. Ketika seseorang berdoa dengan sungguh-sungguh, dia tengah melakukan channeling dengan gelombang energi semesta sehingga semesta akan berpihak kepadanya. Dari pendapat di atas kita dapat menyimpulkan, bahwa do’a juga dapat menjadi perantara kita dalam meringankan beban hidup yang kita miliki, do’a bisa berperan sebagai obat hati kita, di mana kita memasrahkan segala kesulitan yang kita alami dengan mencurahkan semua perasaan kita kepada Allah. Mungkin karena itu, kebanyakan orang berdo’a hanya ketika ia mendapatkan kesusahan dan kesulitan dalam hidupnya, dan ketika hidup mereka baik-baik saja mereka lupa berdo’a dan bersyukur. Meskipun begitu, tidak berdo’a sama sekali hanya karena merasa tidak susah dan tidak pantas juga tidak lebih baik daripada orang-orang yang berdoa kepada Allah hanya ketika susah saja, dalam salah satu hadits pernah disebutkan bahwa Allah murka terhadap orang yang tidak pernah berdo’a kepadanya,

Barangsiapa tidak (pernah) berdo’a kepada Allah maka Allah murka kepadanya. (HR. Ahmad)

Allah juga tidak suka kepada orang-orang yang hanya bisa berdo’a dan meminta tanpa pernah berusaha,

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.(QS. Ar Ra’du, 11)

Jadi, setelah baca sana sini, dan mikir ke sana kemari, saya pun sampai pada suatu kesimpulan untuk apa saya berdoa. Saya berdoa, untuk lebih dekat dengan Allah, Tuhan dan pencipta saya. Sama seperti halnya kita ingin mengenal seseorang lebih dekat untuk menjadikannya teman atau kekasih. Saya ingin Allah ada di setiap kesusahan dan kebahagiaan yang saya alami di dunia ini. Meskipun saya tahu, Allah pasti senantiasa ada untuk umat-Nya yang membutuhkan.

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang lalai dan lupa untuk berdo’a kepada Allah. Wallahu’alam bish shawwab.

 

 

Sumber bacaan: Di sini, di sini, dan di sini.

 

 

Tulisan ini disponsori event:

novemberngeblog

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s