#Day 17 : Surat Terbuka Untuk Mbak F

Buat Mbak F ,
Di Mbethek City

Masih ingat pertemuan kita bertujuh 10 tahun lalu di awal Agustus. Kita, entah kenapa, tiba-tiba ngumpul jadi satu karena Imut tiba-tiba ngajakin kita yang sebelumnya nggak pernah kenal satu sama lainnya untuk nemenin dia nembak cowok cakep tetangganya yang kebetulan satu sekolah sama kita. Aneh memang, kok kamu, mbak Jangkung, Menyun, dan mbak Meti mau nemenin kami. Kalau aku sama Kajol palsu jelas, kami memang dulu satu SMP sama Imut, tapi kalian? Mungkin ini yang namanya jodoh. Kata artikel yang pernah aku baca, ada satu saat dalam hidup kita di mana kita bertemu dengan orang-orang yang satu frekuensi sama kita, yang entah dari sisi mananya bisa nyambung dan klop banget sama kita. Mungkin itu yang kita alami 1 Agustus tahun 2003 lalu. Setelah itu kita nyebut diri kita Pasukan 7, gara-gara waktu itu di sekolah sedang ada audisi besar-besaran untuk memilih anak-anak kelas 1 yang akan dijadikan pasukan 45 untuk upacara kemerdekaan 17 Agustus, karena kita bertujuh, jadilah nama itu. Sedikit maksa emang, hehe

Sejak itu kamu, aku, Imut, mbak Jangkung, Menyun, mbak Meti dan Kajol KW, kemana-mana barengan. Walaupun aku pernah kalian anak tirikan waktu habis sakit tipus selama sebulan, aku tetap betah main sama kalian. Padahal waktu itu, aku nggak tahu alasan sebenarnya kalian menganak tirikan aku. Baru dari Kajol KW aku tahu alasan kamu dan teman-teman jauhin aku. Kalau dipikir-pikir itu masalah sepele. Padahal kalau waktu itu kalian ngomong langsung, aku nggak bakal mikir yang jelek-jelek sama kalian. Tapi, terimakasih ya, sejak kejadian itu aku nggak gengsi lagi untuk minta maaf kalau aku ada salah sama kalian. Dan karena mungkin cuma kalian yang mau temenan sama aku, dengan bermodalkan muka tembok aku balik lagi ngumpul sama kalian.

Eh, Mbak F, meskipun kemana-mana bertujuh, nggak tahu kenapa aku merasa paling dekat sama kamu. Mungkin karena aura kamu yang bikin semua orang nyaman di dekat kamu, nggak heran teman kamu banyak dan menyebar di segala penjuru Malang Raya, hehe. Selain itu, kamu tahu semua kebusukanku, jadi aku harus selalu berada di sampingmu untuk memastikan kamu nggak akan menyebarkan aibku ke orang lain.. ๐Ÿ˜€

Dan mungkin, karena terlalu dekat sama kamu. Aku jadi orang yang palingย shock dan merasa dikhianati waktu kamu cerita kamu akan menikah tahun lalu. Sama siapa kamu nikah, dan bagaimana rencana pernikahan itu muncul di otak kamu aku nggak pernah tahu. Padahal kita selalu berbagi banyak hal. Yang menyebalkan lagi, aku yang paling akhir tahu daripada teman-teman kamu yang lain. Tapi, sudahlah, sebenci-bencinya aku sama kamu, aku nggak bisa jauh-jauh sama kamu. Dan dengan berat hati, aku terpaksa merestui pernikahan kamu (padahal tanpa restuku juga kamu tetap nikah, hehe, iya, aku lebay!).

Aku tahu betul kalau setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan. Tapi tetap saja, aku masih berat untuk menerima kalau kamu bakal ikut suami kamu ke Jakarta. Bukannya apa, kalau aku mau utang pulsa, aku harus utang ke siapa? (Hehe, bercanda…)

Makanya, kemarin waktu kita ngumpul bertiga sama Menyun aja (yang lain entah kemana karena sudah terlalu sibuk sama urusannya masing-masing), aku ngajuin permintaan yang sedikit memberatkan kamu, aku minta dicarikan calon suami sama kamu sebelum kamu benar-benar pergi ke Jakarta. Hehe, iya, itu modus saja, untuk sedikit menunda kepergian kamu ke Jakarta. Kamu tahu kan aku susah banget dekat sama kaum Adam karena sifat pemaluku yang overdosis ini. Jadi, ya, selamat mencari laki-laki cerewet yang mau sama aku yang pendiam ini, karena aku sangsi ada yang begitu, haha.

Maaf ya nduk, karena jujur, aku penginnya kamu di Malang aja. Ntar, kalau aku sudah nikah, kita bisa tetanggaan, barengan ke pasar, antar anak ke sekolah, saling pinjam peralatan dapur dan bahan masakan, dan tetap kumpul-kumpul sama pasukan 7 di waktu luang kita. Kayak cerpen yang pernah aku tulis dulu, yang membuat kita bertujuh ketawa-ketiwi membayangkan seperti apa kita 10 tahun lagi.

Tapi aku nggak boleh egois, sekalipun ibaratnya kita ini sehati, segila, sekonyol, senyablak, seramai, semenyebalkan, dan semlohay (eehh :D), kamu tetap punya hidupmu sendiri di mana aku nggak mungkin terus ikut campur di dalamnya, aku pun begitu. Ada saatnya kamu sama aku beda jurusan dan jalur, sebagaimana selama ini kita berbeda dalam setiap keputusan yang kita ambil dalam hidup kita. Lagipula, aku tahu, kamu pasti bosen lihat mukaku yang kayak Dian Sastro (boleh deh penonton lempar botol, hehe) ini setiap hari selama 10 tahun. Aku juga bosen lihat muka cantik kamu, malah aku seneng karena setelah ini sainganku dalam hal muka berkurang, haha.

Kalau kamu berangkat nanti, jangan lupa ya SMS aku, jangan kayak kemarin, tiba-tiba udah di Jakarta aja. Aku pengen antar kamu ke stasiun. Biar kayak di film-film India favoritmu, ada adegan kejar-kejarannya, tapi biar Menyun aja yang ngejar kereta kamu nanti, hehe. Tetap jadi mbak F yang keren, nyablak, dan tegar ya. Sekalipun kata orang Ibu Kota lebih kejam daripada Ibu Tiri, jangan khawatir, jadilah Ibu Tirinya Ibu Kota, biar dia nggak berani macam-macam sama kamu. Kalau kamu capek, marah, benci, lelah, dan sedih, kamu harus tahu nomer IM3 sejuta umat punyaku ini nggak akan pernah berganti, telfon aku, atau minimal SMS, biar lega hati kamu. Jaga diri ya. Jangan melankolis lagi, kita tahu seberapa kuat kamu.

Terima kasih sudah jadi tempat sampah, tembok, kasur dan dokter pribadi aku selama 10 tahun belakangan. Jangan khawatir soal Ibu dan Bapakmu, aku janji, aku bakal rajin minta duit ke mereka, eh, mengunjungi mereka maksudnya. Aku akan pastikan mereka selalu sehat.

Selamat jalan, jangan lupa pesan terakhirku. Carikan aku calon suami sebelum berangkat ke Jakarta! *teteup*

Peluk Cium,
Vani Sastrowardoyo
di Bukit Hijau

Partner in Crime

Partner in Crime

Growing apart doesn’t change the fact that for a long time we grew side by side; our roots will always be tangled.ย I’m glad for that.

–ย Ally Condie,ย Matchedย –

Tulisan ini disponsori event :

novemberngeblog

Advertisements

2 thoughts on “#Day 17 : Surat Terbuka Untuk Mbak F

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s