#Day 15 : Welcome Problems

Hari ini hari ke 15 di bulan November, itu berarti saya sudah setengah jalan untuk menepati janji pada diri saya sendiri agar terus ngeblog di bulan November ini. Selama 15 hari belakangan saya benar-benar memaksa otak saya, menajamkan semua indera saya, dan memperbesar rasa ingin tahu saya agar event #NovemberNgeblog ini benar-benar bisa saya penuhi. Ternyata memang nggak semudah yang saya bayangkan, sekalipun bulan lalu saya sudah menulis konsep tema-tema apa saja yang akan saya tulis selama bulan November di post it laptop saya, bukan berarti saya tidak menemui kendala dan masalah dalam menulis. Bahkan sepertinya kendala dan masalah tersebut justru hobi mampir dan keluyuran di otak saya. Bahkan saya pernah hampir menyerah, karena pada hari ke 11 saya benar-benar stuck dan nggak punya ide apa yang akan saya tulis, tema yang sudah saya siapkan pun seperti sia-sia, karena saya benar-benar kehabisan akal hari itu. Tapi namanya masalah, kalau kita ngabur atau lari dari dia, bukannya menghilang dia akan terus mengejar dan menemui kita. Karena itu saya nggak mau kalah sama dia. Untuk mencari ide, saya sampai bela-belain blog walking kesana kemari, bahkan saya sempat keliling timeline Facebook dan Twitter saya untuk mencari bahan. Akhirnya saya bisa menulis juga hari itu, sekalipun isinya agak maksa, tapi saya bangga, karena hari itu si masalah dan keluarganya kalah telak sama saya, hehe.

Sekalipun saya berhasil mengatasi masalah saya untuk tetap ngeblog selama 15 hari belakangan, bukan berarti saya miskin masalah. Namanya manusia, saya pasti kaya akan masalah, entah itu masalah yang orang anggap sepele sampai masalah yang orang anggap akan meng-kiamatkan dunia saya, saya pernah dan masih memiliki masalah-masalah semacam itu. Tapi bukan berarti hidup saya merana dan bermuram durja. Justru kalau saya bersikap seperti itu, masalah dan teman-temannya akan bahagia karena berhasil meluluh lantakkan eksistensi saya sebagai manusia yang dianugerahi akal oleh Allah.

Menurut pengalaman saya (ciieehh..), ada beberapa jenis masalah yang banyak ditemukan manusia di dunia ini, yaitu,

  • Masalah kecil
  • Masalah agak kecil
  • Masalah biasa
  • Masalah yang sepertinya biasa
  • Masalah besar dan,
  • Masalah yang dibesar-besarkan

Perbedaan jenis-jenis masalah itu berdasarkan bagaimana seorang individu bersikap ketika bertemu dengan masalah di dalam kehidupannya. Yang sifat dasarnya cuek dan easy going, pasti menganggap setiap permasalahan yang ia temui hanya sebagai angin lalu saja, dan tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap hidupnya. Yang sedikit mikir menganggap masalah sebagai sebuah tantangan, sekuat tenaga ia akan berusaha menghadapinya, dan berusaha menyelesaikannya. Yang lebay dan heboh, pasti akan menganggap setiap masalah adalah tanda-tanda dunia akan kiamat, mereka cenderung lari dan menghindar sehingga masalah yang mereka hadapi makin lama makin membesar seperti bola saju yang bergulir. Lalu, yang manakah Anda?

Masalah itu seperti saudara kembar siam kita. Ia ikut terlahir ke dunia begitu kita dilahirkan. Dari kecil sampai dewasa, kita pasti akan bertemu dengan masalah yang sesuai dengan pertambahan umur dan tingkat kedewasaan kita. Sebagai manusia biasa yang terlahir tidak hanya dengan kelebihan tetapi juga dengan bermacam kekurangan, kita pasti pernah merasa putus asa dan hampir menyerah ketika menghadapi sebuah masalah. Nggak ada salahnya bersikap seperti itu, yang salah adalah, ketika kita putus asa kita tidak mau bangkit kembali dan malah jatuh semakin dalam ke lubang keputus asaan. Tetap putus asa atau berhenti putus asa itu sebuah pilihan, tergantung sejauh mana usaha kita dalam menghadapi permasalahan dalam kehidupan kita.

Ada dua cara yang bisa kita lakukan ketika mendapatkan masalah. Yaitu, menyelesaikannya atau mengabaikannya. Banyak cara untuk menyelesaikan masalah di dunia ini. Berdasarkan pengalaman pribadi nih, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan ketika mendapatkan masalah, yaitu :

1.) Menghadapinya dengan Sabar

Sabar itu kelihatannya sepele. Tapi kenyataannya nggak ada seorang pun di dunia ini yang bisa benar-benar bersabar dalam menghadapi permasalahan dalam kehidupannya. Lalu, kenapa saya menulis bersabar sebagai cara saya menghadapi masalah? Karena dengan bersabar, saya benar-benar bisa melewati masalah saya dengan mudah. Seperti yang sudah sering saya tulis di postingan-postingan sebelumnya, beberapa bulan lalu saya mendapatkan musibah yang benar-benar mengguncangkan jiwa dan mental saya *serius*, bahkan sampai sekarang saya menderita trauma akibat kejadian tersebut. Ketika masalah itu datang, awalnya saya kira saya akan masuk rumah sakit jiwa, karena begitu dahsyatnya trauma yang saya alami. Tetapi ketika saya berusaha menenangkan diri dengan membaca Al Quran dan memperbanyak ibadah untuk mendekatkan diri saya dengan Allah, saya sedikit tenang. Setelah itu saya memutuskan saya akan menghadapi dan bertanggung jawab penuh terhadap masalah yang saya alami dan timbulkan. Fikir saya saat itu, masalah saya nggak akan selesai kalau saya terus terpuruk dan terguncang. Bagaimanapun, hanya saya yang mampu menolong diri saya sendiri. Ditambah dukungan dari keluarga dan teman-teman, saya merasakan energi yang luar biasa yang membuat saya semakin mantap. Sekalipun sampai detik ini masalah tersebut belum juga usai, saya tetap yakin, Allah akan menolong saya selama saya mau bersabar.

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.
– QS. Al-Baqarah : 45 –

2.) Menerima Masalah Sebagai Bagian dari Hidup

Banyak orang menjadikan masalah sebagai musuh yang harus dihindari. Seperti yang sudah saya tulis di atas, masalah itu sudah seperti saudara kembar siam kita. Sudah jadi hukum alam, setiap manusia yang masih hidup dan bernafas pasti memiliki masalah. Kalu kita takut dan terus berharap bahwa hidup kita akan lurus-lurus saja tanpa ada masalah, justru kita akan menemui masalah-masalah baru yang membuat kita semakin menyerah dan putus asa. Rangkullah masalah sebagai sebuah bagian dari hidup kita, terima dia agar kita mengenal cela dan kelemahannya. Begitu ia dekat dan semakin akrab dengan kita, kita akan tahu bagaimana cara menghadapi dan menyelesaikannya. Bagaimanapun masalah hanyalah sebuah benda, yang hidup matinya tergantung dari sikap kita ketika bertemu dengannya. Meskipun nantinya akan muncul masalah baru, paling tidak, ketika masalah baru itu muncul, kita tidak akan seputus asa dahulu, karena kita tahu bagaimana cara menghadapinya.

The problems are solved, not by giving new information, but by arranging what we have known since long.
– Ludwig WittgensteinPhilosophical Investigations –

3.) Tersenyum

Anggap masalah sebagai seorang tetangga yang iri kita punya TV baru (pengalaman pribadi, hehe). Jangan musuhi mereka ketika mereka memusuhi dan menghancurkan kita. Beri masalah senyuman dan katakan pada mereka kalau kita nggak segampang dan selemah yang mereka kira. Sehingga ketika mereka mendekat, mereka akan menciut dan semakin memudahkan kita untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan yang kita temui dalam hidup. Bolehlah kita menangis, karena itu manusiawi, jadikan tangisan sebagai pelampiasan kesedihan kita. Tapi jangan terlalu lama larut dalam kesedihan, segera bangkit dan ukirkan senyum terlebar kita di wajah kita. Agar semua yang kita hadapi terasa semakin mudah dan ringan.

A smile is the best way to get away with trouble even if it’s a fake one.
– Masashi KishimotoNaruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja –

Last but not least, masalah itu seperti mesin cuci, kita diputar kesana kemari, dihantam ke kanan kiri, sampai diperas hingga kering. Tapi ketika selesai, kita menjadi lebih bersih, harum dan lebih baik dari sebelumnya. Jadikan masalah sebagai pencuci dosa-dosa kita sehingga kita terlahir sebagai pribadi yang baru setiap menghadapi masalah.

Dan, sudah siapkah Anda untuk ucapkan selamat datang pada masalah? 🙂

Tulisan ini disponsori event :

novemberngeblog

Advertisements

2 thoughts on “#Day 15 : Welcome Problems

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s