#Day 13 : Cantik itu Kamu

Cantik itu relatif, jelek itu mutlak

– Anonim –

Ada yang pernah dengar ungkapan di atas? Atau mungkin ada yang pernah mengatakan kalimat di atas kepada orang lain? Sekarang boleh kan saya tanya? Harus boleh, hehe. Apa sih cantik itu? Dan perempuan seperti apa yang bisa dikategorikan sebagai perempuan cantik? Apakah harus berkulit putih? Berhidung mancung? Bertubuh kutilang alias kurus, tinggi dan langsing? Atau malah sebaliknya, yang hitam? Berhidung mungil? Bertubuh pendek dan imut?

Perempuan Dari Berbagai Belahan Dunia

Wajah Perempuan dari Berbagai Belahan Dunia (Sumber)

Dari gambar di atas dapat kita lihat, bahwa standar kecantikan seorang perempuan dari berbagai negara berbeda satu sama lainnya. Gambar di atas dibuat dengan menumpukkan satu gambar dengan gambar lainnya sehingga muncul sebuah wajah dengan standar kecantikan tertentu dari sebuah bangsa. Dari semua gambar tersebut, apakah ada gambar yang menurut Anda tidak sesuai dengan standar kecantikan yang Anda miliki? Ada yang bilang “Beauty is in the eye of the beholder” atau konsep kecatikan itu tergantung dari mata yang melihat. Maksud ungkapan ini kurang lebih sama seperti ungkapan yang sudah saya tulis di atas, bahwa kecantikan itu sifatnya subyektif tergantung siapa yang melihat dan dari sisi mana kita melihat. Cantiknya orang Asia Tenggara tentu berbeda dengan orang Amerika Utara, di mana perbedaan iklim membuat tidak semua orang Asia Tenggara mempunyai kulit seputih orang Amerika Utara, tapi bukan berarti semua orang Asia Tenggara jelek hanya karena mereka berkulit lebih gelap dari orang Amerika. Begitupun dengan kecantikan orang Afrika, Eropa, atau Amerika Latin, semua negara dan bangsa memiliki standar kecantikannya masing-masing. Itu soal cantik, yang menurut saya semua orang pasti sepakat mana yang cantik dan mana yang tidak. Tapi kalau soal buruk rupa atau jelek yang dibilang mutlak, saya benar-benar nggak setuju? Sekarang pertanyaan saya akan saya ubah? Apa sih jelek itu? Dan dari sisi mana seorang perempuan dapat disebut jelek atau buruk rupa?

Kalau di atas saya pasang sebuah gambar tentang konsep kecantikan perempuan di seluruh dunia hasil rekayasa komputer. Di bawah ini saya pasang gambar tentang kecantikan asli perempuan dari seluruh dunia, yang mungkin ada beberapa dari Anda yang menganggap perempuan-perempuan di bawah ini tidak secantik standar kecantikan yang Anda miliki. Jadi, apakah konsep cantik menurut Anda?

Perempuan Biasa dari Berbagai Belahan Dunia (Sumber)

Perempuan Biasa dari Berbagai Belahan Dunia (Sumber)

Menurut Naomi Wolf dari bukunya yang berjudul The Beauty Myth: How Images of Beauty Are Used Against Women, konsep kecantikan yang selama ini tertanam dalam pikiran kita sebenarnya adalah hasil konstruksi atau bentukan media-media baik cetak maupun elektronik yang secara tidak sadar telah memborbardir dan membentuk konsep sebuah kecantikan dalam fikiran kita. Dari kecil kita sudah sering diperlihatkan lewat media-media tersebut tentang konsep kecantikan yang direpresentasikan oleh model-model sebuah produk atau para bintang yang sering keluyuran di televisi. Seolah-olah orang-orang tersebut adalah sebuah contoh kecantikan yang “seharusnya” dimiliki oleh semua perempuan. Padahal di balik itu semua, ada proses bernama photoshop dan rekayasa komputer untuk menciptakan kecantikan yang tanpa cela. Di salah satu episode talkshownya Oprah Winfrey pernah menunjukkan pada penontonnya proses di balik layar pembuatan foto sampul majalah O!. Dalam acara tersebut Oprah Menunjukkan bahwa dalam foto sampul majalah O!, pahanya yang kurus dan kulitnya yang mulus adalah hasil rekayasa komputer, sehingga orang-orang diminta untuk tidak terlalu terobsesi dangan gambar-gambar yang mereka lihat di majalah atau televisi.

Kembali ke soal ungkapan “Cantik itu relatif, jelek itu mutlak” yang sangat amat tidak saya amini dan setujui. Menurut saya baik cantik maupun jelek itu relatif, yang mutlak adalah pola pikir dan sudut pandang kita soal kecantikan. Buat saya, karena saya nggak termasuk standar kecantikan banyak orang juga (hehe), semua perempuan itu cantik. Betul kan? Mana mungkin kita menyebut perempuan itu ganteng, istilah ganteng kan milik laki-laki. Dan kecantikan bukan hanya soal fisik saja, tapi juga tentang sifat, cara berfikir, dan tingkah laku kita. Kecantikan semacam ini kita kenal dengan inner beauty. Banyak yang bilang, konsep inner beauty sering digaungkan sebagai bentuk pelarian seorang perempuan dari kenyataan bahwa mereka tidak secantik yang orang-orang inginkan. Yang menggemborkan konsep ini kebanyakan adalah para feminis dan perempuan-perempuan yang tidak puas dengan konsep kecantikan yang beredar. Saya cuma bisa ngakak geli mendengar orang-orang yang berpendapat seperti itu. Mereka lupa, kalau kecantikan fisik juga ada batasannya, percaya sama saya, pertambahan umur kita lebih cepat daripada efek suntik botox. Kita nggak bisa menghindari hukum alam, bahwa suatu saat nanti kecantikan fisik yang kita miliki akan terdegradasi oleh umur, keriput, dan penuaan. Saya nggak bilang jadi tua itu jelek, yang saya maksud di sini, kecantikan fisik bukanlah segalanya, mengingat banyak perempuan jaman sekarang yang kurang puas dan memutuskan untuk melakukan operasi plastik demi disebut cantik.

Inner beauty adalah konsep yang digunakan untuk menggambarkan aspek-aspek positif dari sesuatu yang tidak bisa diamati secara fisik. Apa yang kita butuhkan untuk meningkatkan inner beauty kita? Menurut saya, ada tiga poin penting yang dapat meningkatkan inner beauty kita yaitu, kecerdasan, kebaikan dan kreativitas.

Hal pertama yang kita perlukan untuk mempercantik diri kita adalah kecerdasan. Kita nggak perlu menjadi sejenius Albert Einstein atau sepintar Hillary Clinton. Kita hanya perlu untuk senantiasa menambah wawasan kita dengan rajin membaca buku atau berdiskusi dengan orang lain. hal ini akan lebih mudah kita lakukan jika kita selalu berpikir positif. Kita harus percaya pada diri kita sendiri kalau kita dilahirkan sebagai perempuan cerdas, dan kita harus menghargai anugerah Allah tersebut dengan cara mengoptimalkan penggunaan otak kita. Percuma kalau kita cantik, tapi setiap diajak ngobrol orang nggak nyambung. Hilang deh cantik kita.

Kebaikan dan kreativitas juga memiliki peran penting untuk meningkatkan kecantikan kita. Perempuan diciptakan Allah sebagai manusia yang memiliki hati terlembut dan tersensitif di dunia. Ini berarti bahwa kita awalnya dibuat dengan kebaikan, dan mengoptimalkan itu kita membutuhkan ketulusan. Nggak perlu lah kita jadi aktivis buruh atau sosial lainnya seperti Bunda Theresa. Cukup jadi diri kita sendiri dengan cara lebih sering memperhatikan sekitar kita, menolong dan membantu di saat kita dibutuhkan, dan memberikan yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk orang-orang sekitar. Atau minimal, rajin senyum saja. Hal ini akan menimbulkan energi positif, tidak hanya untuk kita, tapi juga orang-orang di sekitar kita. Terakhir, kreativitas. Ibu saya pernah berkata bahwa perempuan harus bisa melakukan segala hal, agar kita siap ketika dicerai mati atau dicerai hidup oleh suami kita. Karena kita nggak selamanya bisa bergantung kepada suami, orang tua atau orang-orang di sekitar kita. Kadang kita harus siap menjadi single fighter yang bisa mengatasi segala macam permasalahan dalam hidup kita. Dalam hal ini, kita membutuhkan kreativitas. Maksimalkan potensi yang ada dalam diri kita. Misalnya, kalau kita senang menggambar, mulailah untuk menggambar di setiap kesempatan luang yang kita miliki. Siapa tahu dari menggambar kita bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Nggak ada salahnya kalau kita ingin terlihat cantik dengan berdandan atau berpakaian dengan lebih stylish lagi, itu sudah jadi sifat natural kita sebagai perempuan untuk menampilkan yang terbaik. Tapi nggak perlulah melakukan prosedur-prosedur kecantikan seperti operasi plastik untuk menjadi cantik demi disebut cantik oleh orang lain. Kecantikan semacam itu hanya akan membuat kita semakin rendah diri karena kita hanya memikirkan pendapat orang lain. Seperti yang sudah saya sebut di atas. Yang paling penting dari itu semua adalah senantiasa berfikir positif. Percaya pada diri kita kalau semua yang kita miliki baik secara jasmani maupun rohani adalah anugerah yang diberikan Allah pada kita, dan tugas kita adalah merawat anugerah tersebut dengan sebaik-baiknya. Sepertinya kita perlu meniru ilmu Ibu Tirinya Snow White yang selalu bertanya pada cermin siapakah yang paling cantik di dunia. Mulai saat ini, katakan pada diri kita sendiri di depan cermin, bahwa kita cantik. Karena kita semua perempuan, dan perempuan itu pasti cantik. Saya cantik, kamu cantik, kita semua cantik. *naikin dagu* hehe

Perempuan memasuki kecantikan yang baru disetiap tingkatan usia. Kecantikan remaja berhubungan dengan kekencangan kulitnya, wanita dewasa berhubungan dengan kematangannya, wanita tua dengan kharismanya.

– Azzam, Para Pencari Tuhan Jilid 6 –

 

 

 

Tulisan ini disponsori event:

novemberngeblog

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s