#Day 09 : Maju Terus Pantang Nengok

Sudah beberapa hari ini saya lagi sering jalan-jalan berdua sama seorang teman SMA yang sekarang jadi teman kerja juga. Biasanya saya nggak sesering ini jalan sama dia, tapi karena beberapa hari belakangan saya lihat wajah yang biasanya ceria itu mendadak sendu dan bermuram durja, saya jadi ingin menghibur dia sekaligus memenuhi rasa penasaran saya atas penyebab utama kemuraman durja teman saya itu. Bukannya kepo atau sok mau ikut campur urusan orang lain, namanya teman, boleh dong saya khawatir… ūüėÄ

Dan ternyata, penyebabnya tidak lain dan tidak bukan, adalah oknum bernama CINTA.

Peuh, saya kira, saya nggak akan pernah nulis tentang patah hati lagi di blog ini. Tapi ternyata, saya tetap tidak bisa menghindari topik tentang jatuh karena cinta dan patah hati yang disebabkannya ini. Masalah teman saya itu, masalah sepele (menurut saya) sebenarnya. Dia belum bisa move on,  karena mantannya masih tetap menghubungi dan sering penasaran dengan kehidupan cinta dia yang sekarang. Mantannya juga masih sering ikut campur dalam setiap keputusan yang dia buat. Akibatnya, teman saya itu jadi seperti zombie tak bernyawa (emang zombie bernyawa?), yang hidup segan matipun enggan.

Soal seperti ini buat saya adalah topik yang so last year, kok masih musim gitu patah hati. Seingat saya, terakhir saya patah hati waktu jaman kuliah dulu, waktu itu saya malah sempat nangis semalaman karena hal sepele yang kalau saya ingat-ingat sekarang adalah aib yang nggak mau saya buka seumur hidup saya, memalukan dan sangat kekanakan. Setelah itu saya nggak berani patah hati lagi, lho kok? Iya, karena setelah itu, saya justru dianugerahi berbagai macam musibah dan cobaan yang membuat saya bangun dan membuka mata, kalau patah hati nggak ada seujung kukunya jika dibandingkan dengan apa yang Allah berikan pada saya dan keluarga untuk dijadikan pelajaran berharga. Itu buat saya, tapi untuk orang lain, termasuk teman saya, mungkin patah hati memiliki efek lain yang lebih menyedihkan daripada yang pernah saya alami.

Menurut pengalaman perjatuh cintaan saya selama 25 tahun hidup saya yang cukup rumit dan berliku ini, hehe. Susahnya seseorang untuk move on dari fase patah hati adalah karena orang tersebut belum bisa melupakan kenangan yang terlalu manis yang ditinggalkan si mantan. Susah move on juga bisa disebabkan karena si patah hati belum bisa berhenti berharap pada mantannya. Dari 2 penjelasan yang saya jabarkan di atas (cieehhh), dapat disimpulkan kalau sumber utama susah move on nya seseorang dari patah hati adalah karena konsep dan cara berfikirnya yang enggan untuk beranjak dari masa lalu. Kalau itu penyebab utamanya, satu-satunya cara untuk cepat bangkit dari patah hati cuma satu. Ganti otak. hehe

Waktu kita sedang naik kendaraan, pernah nggak kita lihat kaca spion? Pasti pernah kan? Sekarang saya tanya, apa sih fungsi kaca spion? Untuk mewaspadai dan mengantisipasi datangnya kendaraan tak di undang dari samping kanan dan kiri, atau sebagai pemandu utama kita dalam kendaraan? Kalau ada yang jawab sebagai pemandu utama dalam berkendara, selamat, Anda pasti sekarang sedang terbaring di atas kasur rumah sakit karena berkendara dengan melihat spion, bukan lihat ke depan. Teorinya sama seperti itu. Masa lalu (dalam hal ini mantan) itu seperti jalanan yang sudah kita lalui, dan hanya bisa kita lihat lewat kaca spion ketika kita berkendara. Kalau ketika berkendara kita hanya melihat ke kaca spion tanpa pernah melihat ke depan, pasti cuma kerugian dan kecelakaan yang kita dapatkan. Karena ketika berkendara, hal yang paling penting adalah melihat ke depan sambil sesekali melihat ke kaca spion, bukan terus menerus melihat ke belakang.

Move on pun seperti itu. Hal yang penting dalam move on adalah senantiasa maju ke depan tanpa menengok lagi ke belakang. Kalu kita masih berharap dan sulit untuk melupakan mantan kita. Siap-siap saja, untuk terus berkubang di dalam sumur patah hati. Atau ibarat sedang naik motor, siap-siap saja nyusruk ke dalam got karena Anda nggak berhenti melihat spion. Siap sakit untuk selamanya.

Mungkin ada yang berpikir saya ini kok sok sekali ketika menjabarkan soal teori¬†move on dari patah hati di atas. Seolah-olah saya tidak pernah patah hati dan merasakan nggak enaknya patah hati itu. Maaf-maaf kata nih ya, kayak yang sudah saya bilang di atas, saya pernah patah hati, sering malah. Kalau masalah teman saya ini muncul 2 atau 3 tahun lalu, saya pasti lagi posting puisi atau cerpen bermuram durja sekarang, bukannya malah menulis tentang¬†move on seperti ini. Tapi karena selama 2-3 tahun belakangan saya merasakan “sakit” yang jauh lebih sakit daripada sakit karena patah hati. Saya jadi tahu, kalau patah hati itu ibarat flu, dia datang kalau kita sedang kedinginan dan butuh kehangatan. Dan flu, selalu ada obatnya. Beda dengan kanker, yang baru terdeteksi ketika sudah pada stadium tinggi dan belum ada obatnya.

Kalau setelah ocehan saya di atas masih ada yang bilang, kan move on nggak semudah itu? Orang kan nggak bisa segampang itu melupakan orang lain.

Saya punya cara yang sangat sederhana. Ketika Anda sedang patah hati, coba mampir ke kolong jembatan, bantaran kali, tempat pembuangan sampah, panti asuhan, lampu merah sampai lokalisasi saat siang hari pada bulan puasa (hehe). Saat itu tanyakan pada diri Anda sendiri, apa yang Anda rasakan lebih sakit dari yang mereka rasakan?¬†Wallahu’alam bish shawaab… ūüôā

P.S :
Postingan #Day 09 ini telat karena sepulang kerja sore tadi saya ketiduran, hehe. Tapi masih masuk tanggal 09 November kan? jadi saya masih memenuhi janji saya. Walau jujur saya akui postingan saya hari ini cukup¬†random dan¬†geje. ūüėÄ

Tulisan ini disponsori event :

novemberngeblog

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s