#Day 02 : Woles Bro!

We’re so busy watching out for what’s just ahead of us that we don’t take time to enjoy where we are

-Bill Watterson-

Hari ini, demi memenuhi janji pada diri saya sendiri untuk bisa posting di blog ini setiap hari selama bulan November, saya terpaksa online malam-malam. Maklum, di rumah saya modem hanya satu, jadi penggunaannya pun bergantian. Tadi sore adik saya yang beranjak ABG nggak bisa dilarang untuk main game online, karena saya mahluk cinta damai dan ingin menghindari perang saudara, saya ngalah. Lagipula, malah enak online malam-malam gini ternyata, kecepatannya luar biasa, apalagi yang biasa nge-game online, alias para mas bro, dan mbak sist di luar sana sedang bermalam minggu ria. Inilah salah satu keuntungan menjadi jomblo, nge-net nyaman di malam minggu, haha..

Baidewei busway, di dekat rumah saya sedang dibangun sebuah pusat perbelanjaan, daerah itu dulunya sebuah pasar tradisional. Terakhir yang saya ingat, pusat perbelanjaan tersebut baru dibangun pondasinya saja. Tetapi ketika saya lewat kemarin pagi, saya baru sadar ternyata bangunan pusat perbelanjaan tersebut hampir selesai. Padahal hampir setiap hari saya lewat di depan tempat tersebut. Apa karena saya terlalu terburu-buru sampai saya nggak melihat proses pembangunan pusat perbelanjaan itu ya?

Akhir-akhir ini saya memang merasa segala sesuatu berjalan begitu cepat. Dari pagi saja saya sudah seperti sedang ikut balapan, semua orang bergegas menuju tujuan mereka masing-masing seolah-olah jalanan adalah sirkuit dan tujuan mereka garis finish-nya. Padahal sehari masih menghabiskan waktu selama 24 Jam, sejam masih 60 menit, dan semenit masih 60 detik. Tapi setiap hari saya rasakan berlalu begitu saja, baru saat malam saya sadar hari sudah akan berakhir dan besok saya sudah akan menghadapi hari yang baru lagi. Mungkin beberapa dari Anda merasakan hal yang sama juga, rasanya baru kemarin kita memasuki tahun 2013, dan tiba-tiba (walaupun sebenarnya tiba-tiba ini berlangsung selama 10 bulan, hehe) saja kita sudah sampai di bulan November, tinggal sebulan lagi kita akan memasuki tahun yang baru.

Pertanyaannya? Apa saja yang sudah kita dapatkan dan berikan untuk sekitar kita selama setahun belakangan?

Pernah dengar kisah tentang sebuah roda yang kehilangan salah satu jerujinya? Saya lupa pernah dengar atau membaca kisah ini di mana. Jadi alkisah, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jerujinya, tanpa jerujinya ia bukanlah roda yang sempurna, dan mungkin ia tidak bisa lagi melanjutkan perjalanannya. Karena itu, ia memutuskan untuk kembali ke jalan yang tadi ia lalui, berharap ia dapat menemukan kembali jerujinya yang hilang. Saat berjalan perlahan mencari jerujinya ia menyadari, ternyata jalan yang tadi ia lalui begitu indah. Di kanan kiri jalan ia melihat rumpun-rumpun bunga dan pepohonan dengan warna-warnanya yang mengagumkan. Udara di jalanan tersebut juga segar dan tenang, sampai-sampai ia bisa mendengar kicau burung di puncak-puncak pohon. Ia bertanya-tanya, bagaimana bisa dia melewatkan pemandangan yang begitu indah ini. Karena selama perjalanan ia berjalan terlalu cepat agar lekas sampai pada tujuannya, ia jadi tidak menyadari bahwa jalan yang dia lewati terlalu indah untuk dilewatkan. Akhirnya roda tersebut menemukan jerujinya yang hilang dan bersiap kembali untuk berjalan, tapi kali ini ia memutuskan untuk berjalan perlahan, menikmati pemandangan sekitar, dan mensyukuri karunia yang diberikan Tuhan padanya.

Kalau dipikir-pikir, roda itu seperti saya, seperti kita. Yang selalu melewati hari-hari kita dengan cepat demi tercapainya tujuan kita, tetapi melewatkan banyak hal yang sudah kita dapatkan dan lupa untuk mensyukurinya. Bedanya, roda tersebut bisa kembali menelusuri jalan yang telah ia lewati, sedangkan kita nggak pernah akan bisa mengulang waktu yang kita lewati. Hidup itu sebenarnya indah kalau kita mau meluangkan waktu sebentar saja untuk menikmatinya, bukan cuma manisnya hidup, tapi pahitnya juga harus kita nikmati. Karena kita nggak pernah tahu, hal apa yang akan kita dapatkan, kalau kita enggan berhenti sejenak untuk sekedar merenungi semua.

Saya pun begitu. Kadang saya ini terlalu fokus untuk mencapai hal-hal yang ingin saya dapatkan, sibuk untuk iri kanan-kiri dan melakukan segala hal agar saya mendapatkan kehidupan yang sama seperti yang mereka punya, sampai menargetkan diri saya sendiri dengan hal-hal mustahil dalam jangka waktu yang singkat. Akibatnya saya jadi nggak menyadari, banyak hal baik yang telah saya dapatkan dan saya alami. Bahkan mungkin, karena terlalu cepatnya saya “berjalan,” Allah menimpakan saya sebuah musibah, yang membuat saya, mau tidak mau, suka tidak suka, terpaksa harus melambatkan langkah saya, dan mencoba untuk menikmati pahitnya musibah itu. Dan benar, justru karena musibah tersebut saya sadar, ternyata saya punya banyak hal baik di sekitar saya, dan bodohnya saya hampir melewatkan dan kehilangan itu semua.

Teorinya hampir sama dengan melihat sebuah film. Kalau film tersebut seru dan menegangkan, waktu seperti berjalan cepat sampai-sampai kita nggak sadar bahwa film tersebut sudah akan berakhir. Beda kalau film yang kita lihat itu membosankan, waktu sepertinya berjalan selambat kura-kura hamil yang ambeien, sampai-sampai kita enggan untuk melihat akhir film tersebut. Hidup pun begitu, kalau kita terlalu fokus dan bahagia dengan hidup. hidup berjalan begitu cepat, sampai-sampai kita melewatkan banyak hal. Tapi kalau kita banyak mendapatkan cobaan, kita akan merasa hidup berjalan begitu lambat. Tapi apa iya, kita harus mendapatkan musibah dulu, baru kita bisa melewati hidup dengan lambat?

Rumusnya sebenarnya sederhana. Hanya tentang bagaimana kita menghargai dan mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan dalam hidup ini. Caranya? Melambat sedikit saja. Karena ketika kita telah sampai pada ujung usia kita nanti, kita baru akan menyadari, betapa berharga waktu yang telah kita lewati.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan orang-orang yang yang mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat dan menasehati supaya menetapi kesabaran.

(QS. Al Ashr 1-3)

 

 

Tulisan ini disponsori oleh event:

novemberngeblog

Advertisements

2 thoughts on “#Day 02 : Woles Bro!

  1. terkadang kita sering lupa dan tidak menyadari bahwa ada hal-hal indah yang terlewati dalam hidup ini sehingga kita lupa betapa besar nikmat yang tak tampak yang telah dianugrahkan Tuhan kepada kita semua… salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s