#Day 01 : Pelupa

Kemarin pagi saya bikin heboh orang-orang serumah. Hobi saya memang membuat heboh, hehe. Penyebabnya sepele, saya lupa di mana saya meletakkan kaca mata saya. Biasanya, kaca mata itu saya letakkan di atas meja rias atau rak buku saya. Tapi, sepagian kemarin kaca mata saya seolah-olah lenyap dari muka bumi. Akhirnya, setelah setengah jam keliling rumah saya menemukan kaca mata saya tergeletak di atas rak sepatu di garasi. Setelah saya ingat-ingat lagi, hari sebelumnya saya memang meletakkan kaca mata saya di sana ketika akan melepas jas hujan saya sepulang kerja, karena celana saya basah kuyup, saya buru-buru ke kamar mandi dan melupakan kaca mata saya yang malang itu.

Kejadian lupa melupakan ini nggak hanya sekali. Saya juga pernah mencari helm dan kaca mata saya sambil marah-marah, padahal ternyata dua benda itu sudah saya pakai sejak tadi. Iya, konyol memang, masak saya bisa nggak sadar sudah pakai kaca mata dan helm. Lain waktu, saya pernah salah naik motor, gara-garanya warna dan jenis motor tersebut sama dengan milik saya. Saya baru sadar itu bukan motor saya waktu saya mau memasukkan kunci kontak, dan waktu Bapak parkir bilang kalau motor saya ada di sisi lain. Yang memalukan, kejadian itu disaksikan langsung sama pemilik motor yang asli. Hari itu saya sukses jadi bahan ketawaan.

Saya sendiri males sama sifat pelupa saya yang parah ini, dan saya sudah melakukan segala hal untuk meminimalisir sifat pelupa saya. Seperti, saya selalu meletakkan barang-barang saya di tempat yang sama. Cara ini cukup efektif, tapi ada nggak enaknya juga, kalau saya salah taruh barang di tempat lain, atau ada yang mindah barang tersebut, saya bisa kalang kabut kalau sedang memerlukannya, karena saya benar-benar lupa di mana terakhir saya letakkan barang saya, seperti soal kaca mata di awal tadi. Selain itu, saya selalu membuat list, barang apa saja yang akan saya beli. Kalau ini lebih karena agar saya berhemat dan membeli barang-barang yang saya perlukan saja. Terus, usaha yang lain, saya selalu mencoba menghitung angka-angka yang besar tanpa kalkulator. Kata orang, hal ini bisa melatih otak kita agar tidak mudah pelupa.

Hasilnya?

Saya memang jadi mudah mengingat segala hal. Tapi tetap saja, mungkin karena kepikunan saya sudah ada pada stadium yang mengkhawatirkan, saya masih sering lupa daripada ingatnya. Saya penasaran, hal apa sih yang membuat seseorang mudah lupa. Padahal, di keluarga saya nggak ada yang dilahirkan sebagai pelupa ulung seperti saya. Bahkan Ibu saya yang jauh lebih berumur daripada saya, mempunyai ingatan yang lebih mumpuni. menyebalkan kan? Banget. Menurut artikel yang pernah saya baca ini, ada beberapa hal yang membuat orang mudah lupa, yaitu:

  1. Makan sembarangan
  2. Rokok dan racun
  3. Kurang tidur
  4. Stres dan,
  5. Malas

Dari kelima sebab di atas, mungkin yang benar-benar menjadi biang kelupaan saya adalah makan sembarangan dan malas. Kalau menurut ilmu Biologi, saya ini termasuk mahluk omnivora, alias pemakan segala. Dan ternyata, makan sembarangan bisa jadi salah satu sebab seseorang menjadi pelupa. Karena pemakan segala, saya jarang mikir apa makanan yang saya makan sehat, rendah kalori, atau tanpa lemak. Yang saya tahu, selama makanan saya itu halalan thoyiban, dan bukan berbahan durian, saya pasti akan melahapnya. Saya juga seorang pemalas dan kuper. Walaupun sejak jadi guru TK saya nggak semalas dan sekuper dahulu, tapi sisa-sisa kemalasan dan kekuperan itu masih saya rasakan. Ternyata, hal ini juga menjadi pemicu munculnya sifat lupa pada seseorang. Orang kuper cenderung jarang berinteraksi dengan orang, yang menyebabkan otaknya jarang diasah untuk bertukar fikiran dengan orang lain. Sedangkan orang malas, cenderung enggan melakukan segala hal, termasuk olahraga. Padahal sedikit olahraga saja, dapat membantu memaksimalkan fungsi otak dan mengasah ingatan kita. Hebatnya, semua hal itu ada pada saya. Nggak heran, saya bisa jadi sepelupa ini.

Sifat lupa saya ini memang menyebalkan dan kadang membuat saya kelihatan konyol di hadapan orang lain. Meskipun, kepikunan saya ini belum merugikan saya sendiri dan orang lain (dan saya harap nggak pernah ada yang dirugikan gara-gara kepikunan ini), tapi hal ini nggak bisa saya sepelekan. Masih muda saja saya sudah pelupa, bagaimana ketika saya tua dan udzur nanti, bisa-bisa saya malah mengidap Alzheimer dan melupakan segalanya, naudzubillahimin dzaliik…

 

 

Menurut video di atas. Kepikunan atau sifat pelupa adalah gejala awal penyakit Demensia. Apa sih Demensia itu?

Dementia is the name for a group of symptoms caused by disorders that affect the brain. It is not a specific disease. People with dementia may not be able to think well enough to do normal activities, such as getting dressed or eating. They may lose their ability to solve problems or control their emotions. Their personalities may change. They may become agitated or see things that are not there. (Sumber)

Kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti,

Demensia adalah istilah untuk sekelompok gejala yang disebabkan kelainan yang terjadi pada otak. Penderita Demensia tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik, seperti makan dan berpakaian. Mereka juga kemungkinan dapat kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan mengontrol emosi mereka. Kepribadian penderita juga dapat berubah. Mereka akan mudah gelisah dan berhalusinasi.

Bahasa singkatnya kita kenal dengan gendeng atau gila. Setelah melihat video di atas, dan membaca beberapa artikel tentang Demensia, saya jadi was-was. Biasanya cerita-cerita tentang kelupaan saya bisa jadi bahan obrolan menarik di antara saya dan teman-teman, karena menurut mereka hal itu konyol dan lucu. Tapi kalau sekarang saya pikir-pikir lagi, hal tersebut justru mengkhawatirkan. Sekarang saya mungkin “hanya” lupa di mana saya meletakkan barang-barang saya. Suatu saat nanti, bisa-bisa saya lupa rumah atau bahkan nama saya sendiri.

Kalau di atas sudah saya sebutkan bagaimana cara saya mengatasi sifat lupa saya. Ternyata, ada banyak hal lagi yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan mengatasi kepikunan. Kalau boleh mengutip langsung dari artikel di sini, ada 5 cara untuk mengatasi sifat pelupa dan pikun, yaitu:

1. Sarapan
Dengan memakan makanan yang tepat saat sarapan, Anda dapat menjaga sel-sel otak agar tetap sehat. Selain itu, sarapan yang mengandung omega 3, protein, dan serat juga mencegah risiko pikun karena usia. Beberapa makanan yang bisa dipilih adalah, yogurt dengan buah-buahan atau sandwich berisi telur.

2. Tidur Nyenyak & Berkualitas
“Tidur telah diketahui memainkan peran penting dalam konsolidasi kemampuan persepsi,” ujar Pearson. Sebuah penelitian menemukan, orang yang tidak tidur setelah melakukan pelatihan, gagal menunjukkan kemampuannya dalam tugas komputer. Oleh karena itu, tidurlah dengan cukup dan berkualitas jika Anda tak ingin menjadi pelupa.

3. Sering Berolahraga
Sebuah tim penelitian dari University of Illinois’ Beckman Institute, baru-baru ini menemukan bahwa latihan aerobik dapat meningkatkan serta mempertajam kecepatan berpikir dan volume aktual jaringan otak. Selain itu, berjalan kaki cepat selama 50 menit sebanyak tiga kali dama seminggu dipercaya dapat meningkatkan kualitas otak seseorang.

4. Hindari Mengunyah Permen Karet
Peneliti dari Cardiff University, Inggris mengungkapkan bahwa mengunyah permen karet sebenarnya dapat merusak memori jangka pendek Anda. Ganti permen karet dengan makan yang dapat meningkatkan memori. Misalnya, buah beri, apel, tofu, bayam dan daging merah.

Cara paling efektif sebenarnya kembali ke kita sendiri. Seberapa besar motivasi kita untuk mengingat segala hal, nggak usah muluk-muluk seperti harus menghafal isi kamus setebal kulkas, atau makan telur beromega tiga sekilo sehari. Mulai dari hal yang kecil saja, seperti menulis kegiatan kita seharian di notebook kecil, atau iseng-iseng mengisi TTS (teka-teki silang) untuk mengasah otak dan ilmu pengetahuan kita.

Dan, kalau segala macam hal di atas sudah kita lakukan dan kita masih lupa juga, mungkin nasib kita memang jadi orang pelupa, banyak Istighfar saja, siapa tahu otak kita tobat, hehe..

Tulisan ini disponsori oleh event:

novemberngeblog

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s