Terlanjur Basah

He who is best prepared can best serve his moment of inspiration.

Samuel Taylor Coleridge

Beberapa hari lalu, kota tercinta saya, kota Malang, mendapatkan hujan pertamanya di awal musim penghujan tahun ini. Rasanya? Senang sekaligus sebal. Senangnya, setelah beberapa bulan belakangan hawa di kota saya baik siang maupun malam, akibat musim kemarau menjadi panas dan kering, akhirnya sekarang udara sejuk bisa saya nikmati lagi. Yang menyebalkan, kenapa justru di awal-awal musim penghujan begini, pemerintah di kota saya justru sedang giat-giatnya menggali gorong-gorong dan membangun jalanan. Padahal musim kemarau kemarin lumayan panjang, kenapa pekerjaan tersebut justru dilakukan di saat musim hujan begini. Akibatnya setiap hujan deras, jalanan yang gorong-gorongnya digali akan banjir, becek, dan penuh lumpur. Hal-hal tersebut sering menimbulkan kemacetan, karena semua orang berhati-hati, takut motornya mogok karena banjir, atau roda kendaraannya nyelip karena lumpur. Mungkin, pemerintah di kota saya baru ingat rencana mereka untuk membenahi fasilitas publik ketika hujan turun. Sedangkan saat kemarau kemarin mereka menunda-nunda karena merasa kemarau masih panjang, mungkin…

Pernah dengar pepatah “Sedia payung sebelum hujan?” Sepertinya pepatah ini pas dengan kondisi kota saya saat ini. Pas dengan kondisi saya juga sih, hehe. Makna dari pepatah tersebut adalah, agar kita senantiasa menyiapkan segala sesuatu sebelum melakukan sesuatu atau sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, kalau tidak ingin basah dan kehujanan, sediakanlah payung, sekalipun saat itu sedang tidak hujan. Jangan seperti saya.. hehe

Jadi ceritanya jas hujan saya sudah pada berlubang dan sobek sejak musim hujan tahun lalu. Dan saya berencana akan membeli sebuah jas hujan baru sebelum musim hujan tahun berikutnya datang. Karena saya hobi menunda-nunda sesuatu (sifat yang sebenarnya harus saya hilangkan T.T) dan karena saya merasa musim kemarau masih panjang, sampai detik ini saya belum juga membeli jas hujan baru. Padahal kemarin, gara-gara hobi saya ini, saya terpaksa harus kehujanan sepulang kerja. Walaupun sebenarnya ini karena kesalahan saya sendiri, tapi karena kehujanan saya jadiย badmood seharian, akibatnya serumah jadi korban uring-uringan saya. Benar-benar menyebalkan ya saya? Hehe.

Sebenarnya, pepatah yang saya sebut di atas sudah sering kita dengar sejak kita menerima mata pelajaran Bahasa Indonesia waktu Sekolah Dasar dulu. Tapi, kenapa susah sekali untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari ya? Atau cuma saya saja yang merasa begitu sih? Padahal, untuk mengamalkan pepatah tersebut kita cuma perlu satu hal. Persiapan. Tapi rata-rata dari kita baru menyadari pentingnya sebuah persiapan ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Seperti kejadian di lingkungan rumah saya beberapa hari lalu. Biasanya, ditempat saya tinggal senantiasa ada petugas keamanan yang berjaga di pos disetiap RT. Tapi hari Jumat minggu lalu, petugas keamanan yang biasa berjaga di lingkungan RT tempat saya tinggal mendadak sakit. Karena tidak ada pengganti yang bisa menggantikan Bapak tersebut, sedangkan petugas yang kebagian shift malam juga tidak bersedia mengisi kekosongan tersebut sebab beliau memiliki pekerjaan lain di siang hari. Akhirnya pos keamanan pun dibiarkan kosong. Hal ini sebenarnya hal yang biasa terjadi di lingkungan kami, karena memang Bapak yang bertugas berjaga di sing hari sudah cukup tua dan sering sakit-sakitan. Jadi, kami semua tidak terlalu terganggu dengan kekosongan pos jaga tersebut, apalagi lingkungan tempat saya tinggal cukup aman. Tapi rupanya kelalaian dan ketidak siapan kami ini menjadi peluang jahat bagi orang lain. Salah satu tetangga saya dirampok oleh sekelompok laki-laki ber-helm dan bersenjata tajam di siang bolong. Bayangkan, di siang bolong, di saat banyak orang terjaga, perampokan justru terjadi. Untung saja tidak ada korban nyawa, meskipun si empunya rumah menderita kerugian materi yang cukup banyak. Sejak kejadian itu, tingkat kekhawatiran kami meningkat dan kami menjadi waspada. Meskipun tidak ada petugas yang berjaga, setiap hari akses masuk menuju lingkungan kami ditutup dan diportal. Agar ketika hal yang sama terulang kembali, paling tidak kami bisa menangkap pelaku pencurian dan perampokan.

Ini lho yang saya maksud. Meskipun tidak hujan, paling tidak jika kita membawa payung berarti kita telah berusaha untuk melindungi diri kita dari fenomena kehujanan. Meskipun nantinya hujan tidak jadi turun, paling tidak kita telah mempersiapkan diri kita. Daripada terlanjur basah, rugi dua kali kita, sudah kehujanan, kena flu pula.

Mempersiapkan diri kita untuk menghadapi sesuatu yang belum kita hadapi itu penting, bukan karena kita ketakutan dan paranoid ya. Tapi lebih karena kita memang harus mewajibkan diri untuk senantiasa waspada dan siap dalam menghadapi segala hal yang akan kita hadapi nantinya. Tidak semua dari kita mampu memperkirakan dan memprediksi suatu hal, dan nggak semua dari kita terlahir sebagai dukun kan? hehe. Karena kita nggak mampu memprediksi apa yang akan terjadi, satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah bersikap waspada. Paling tidak, sikap waspada kita dapat memperkecil resiko yang akan kita dapatkan nantinya. Lagipula, kerugian macam apa yang kita dapatkan jika kita bersikap waspada dan mempersiapkan segala sesuatu? Rugi apa kita kalau kita membawa payung, padahal tidak hujan? Bukankah payungnya bisa kita pakai untuk menghindar dari sinar matahari kalau panas. ย Atau bisa juga, payungnya kita pakai untuk membela diri, siapa tahu di jalan ada orang usil, kita getok deh pakai payung, efektif bukan? ๐Ÿ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Terlanjur Basah

  1. yup. seperti kata bang napi. waspadalah waspadalah. haha
    gua juga suka menunda sesuatu. akibatnya jadi menumpuk. dan bikin gua makin capek ngerjainnya. hehe

    kunjung balik ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s