Pada Saatnya Nanti

Pada saatnya nanti,
kita akan berjalan bersisian,
saling mengisi ruang di antara jari masing-masing,
memandang lepas pantai tempat kita berpisah,
aku dan kamu,
hanya kita dan dua pasang jejak di pasir putih,

Pada saatnya nanti,
ruang fikiran kita akan saling menyatu mimpi,
dan saat kita bermimpi,
akan ada ribuan bunga menghampar,
menyediakan ruang untuk kita tersenyum,
hanya kita,
dan harum di sekeliling yang menghiasi.

Pada saatnya nanti,
aku dan kamu tak lagi asing,
akan kita ulangi lagi kisah bodoh yang lalu,
akan kita ceritakan lagi senyum pahit dan manis yang dulu,
akan kita katakan lagi semua yang sempat dilupa,
kita akan sama-sama tergelak,
menertawakan kecanggungan yang lalu,
kita akan sama-sama mengisak,
kisah yang tak berawal tapi berakhir itu,
kita akan menguntai,
setiap sisi-sisi tak terucap dahulu.

Pada saatnya nanti,
hanya ada kita,
aku dan kamu,
dan kisah singkat kita.

Sampai ombak menghapus jejaknya,
sampai angin meniup harumnya.
Sampai saat itu,
ya, akan aku teruskan,
sampai saat itu, bahkan setelah itu,
ya, aku tetap sama, begitupun hatiku.
Jaga baik-baik…

Advertisements

2 thoughts on “Pada Saatnya Nanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s