Nostalgia Nostalgila

Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat hari raya Idul Adha buat teman-teman yang merayakan. Semoga pengorbanan dan keikhlasan kita diberkahi dan menjadi tabungan amal untuk di akhirat nanti. Aamiin.

Hari ini saya masih libur, kebijakan Yayasan tempat saya bernaung. Seneng sih, karena libur saya sedikit lebih panjang daripada orang lain. Tapi percuma juga, karena cuma saya yang libur di rumah, yang lain sudah kembali ke aktifitasnya masing-masing. Alhasil dari senin lalu saya sukses menyandang gelar babu paling rajin se-Malang raya, karena rajinnya saya membersihkan rumah dengan total demi mengisi liburan yang kelewat panjang dan membosankan ini, hehe..

Pagi ini, saya yang lagi nganggur karena semua kerjaan rumah sudah beres akhirnya terpaksa melihat TV dan acara pagi harinya yang rata-rata seragam. Yang sedang menayangkan infotainment, temanya hampir sama, mereka memberitakan para artis yang berkurban atau aktivitas Shalat Ied-nya yang tetap tidak lepas dari kamera. Yang menayangkan berita, hampir semua isinya tentang Akil Muchtar atau U-19. Yang menayangkan sinetron juga, isinya azab, perselingkuhan, dan kekejaman semua. Membosankan.

Setelah beberapa menit olahraga jempol pakai remot, akhirnya saya menemukan salah satu stasiun TV yang sedang menayangkan sebuah video klip dari sebuah boyband tahun 90-an yang sudah lama tidak saya lihat. Televisi tersebut menayangkan video klip lagu All Rise-nya Blue (Btw, sudah bubarkah boyband ini saudara-saudara?). Entah kenapa, lagu tersebut seperti mengingatkan saya lagi pada masa-masa muda saya dulu (iya, saya akui saya sudah tua, hiks…). Setelah melihat video klip tersebut, saya langsung membongkar folder-folder musik lagu barat yang sudah lama tidak saya buka. Jujur saja, beberapa tahun belakangan saya sedang terbawa arus Korean Wave dan lebih sering mengikuti perkembangan musik Negeri Ginseng tersebut daripada musik pribumi atau barat. Jadi, ada beberapa folder musik di laptop saya yang punya banyak sarang laba-laba di sana sini, hehe. Dari folder yang sudah lama tidak saya buka tersebut, saya kembali memainkan lagu-lagu lawas yang sering saya dengar jaman dulu. Dan lagi-lagi, lagu-lagu itu mengantarkan saya pada beberapa kejadian yang dulu pernah saya alami. Seperti mesin waktu, lagu-lagu tersebut seolah-olah membawa saya lagi ke masa lalu saya yang manis, yang hampir saya lupakan karena terlalu pahitnya dunia nyata begitu saya lulus kuliah ini (curhat ceritanya, hehe). Mungkin ini ya yang disebut nostalgia.

Partners in Crime Jaman Kuliah..

Partners in Crime Jaman Kuliah..

Ngomong-ngomong soal nostalgia, beberapa hari lalu saya ketemu teman-teman SMA saya. Bukan reuni, karena kami masih rutin bertemu setiap ada kesempatan, meskipun, ya, seiring berjalannya waktu, peserta pertemuan ini tidak seramai dahulu. Pertemuan kami kali ini dalam rangka menjenguk salah satu teman yang baru saja melahirkan sekaligus merayakan hilangnya masa lajang seorang teman lain yang baru saja menikah bulan lalu. Setiap bertemu mereka saya selalu ingat umur saya yang tak muda lagi, tapi entah kenapa, pertemuan kami selalu memberikan energi yang membahagiakan bagi saya. Mungkin karena setiap bertemu teman-teman saya itu, saya seperti dibawa untuk mengingat kembali kejadian-kejadian lucu jaman kami sekolah dulu. Kadang saya suka diam mendengarkan mereka ngobrol panjang lebar soal masa SMA kami dan berfikir betapa cepatnya waktu berlalu. Sepertinya baru kemarin kami ketawa-ketiwi di lapangan sekolah menunggu guru Olahraga kami yang killer-nya tujuh turunan, atau ketika kami duduk-duduk di lorong kelas menunggu hujan reda sambil membicarakan tentang kegiatan kami hari itu, dan tiba-tiba saja kami kini sudah jadi manusia dewasa dengan perubahan kami masing-masing. Ada si tomboy yang kini sudah punya anak balita. Si cantik yang akhirnya melepas masa lajangnya setelah berulang kali gagal dalam percintaan. Si Imut yang tetap berwajah imut meskipun sekarang sudah memiliki bayi yang nggak kalah imut. Si cuek yang sekarang malah jadi perempuan paling nurut sama suaminya dibanding yang lain. Si jangkung banyak omong yang sudah jarang ngomong lagi. Si gugup yang hobi demam panggung dan kini justru menjadi guru yang setiap hari konser di depan murid-muridnya. Sampai si kutu buku yang kini justru jadi Don Juan keren ahli fotografi. Sedangkan saya, hemm.. Saya rasa saya tetap seperti dahulu, tetap ceroboh dan bodoh, hehe..

Muka-Muka Jadul Penuh Dosa, haha.. Miss you reekk.. :)

Muka-Muka Jadul Penuh Dosa, haha.. Miss you rek.. πŸ™‚

Sebenarnya saya bukan tipe orang yang hobi β€œnengok” ke belakang, mengingat-ingat atau meratapi kejadian yang sudah berlalu. Tapi, kadang saya merindukan masa-masa yang sudah berlalu itu. Saya jadi ingat salah satu kutipan dari Oscar Wilde tentang masa lalu,

No man is rich enough to buy back his past

Saya berfikir hal yang sama dengan Om Wilde, masa lalu itu mahal harganya, dan nggak ada satu orang pun yang mampu membeli masa lalunya, meskipun masa lalu tidak semuanya manis sih, ada yang asem bahkan pahit juga. Tapi kalau saya pribadi, lebih senang mengenang yang manis dan dijadikan penyemangat, sedangkan yang pahit dijadikan guru dan pelajaran, agar kita tidak jatuh di lubang yang sama dua kali. Dan, bagaimanapun masa lalu kita, sepahit atau semanis apapun itu, nggak ada salahnya kan kalau sekali-kali kita mengingatnya, bukankah kita yang sekarang lahir karena adanya masa lalu kita? πŸ™‚

Oh iya, waktu nulis ini saya ditemani lagu-lagu nya Westlife. Yah, meskipun boyband keren itu sudah β€œalmarhum” tapi lagu-lagunya nggak habis dimakan jaman. Ini lho bedanya musik yang berkualitas, sama yang, ehemm.. itu deh.. hehe

Advertisements

2 thoughts on “Nostalgia Nostalgila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s