Ampas

Dulu, di  belakang rumah saya ada sebuah pabrik tahu kecil. Tahunya sih lumayan enak, yang nggak enak ampasnya. Lah, emang saya makan ampasnya? BIG NO. Bau tidak sedap dari ampas yang dibuang di sungai di belakang rumah saya yang nggak saya suka. Bukan cuma itu, limbah asapnya juga kadang mampir ke rumah dan sukses membuat baju-baju yang saya jemur di belakang rumah berbau tidak sedap. Karena ketidaknyamanan itulah, Ayah saya dan beberapa tetangga yang menjadi “korban” langsung limbah pabrik tahu tersebut sepakat untuk membuat petisi agar pengelola pabrik mengolah limbahnya sebelum membuang limbah tersebut ke sungai. Berhasil. Tapi cuma beberapa bulan saja kami merasakan udara segar kembali. Setelah itu bau tidak sedap kembali muncul. Itu dulu, sekarang pabrik tersebut sudah tutup dan jadi pabrik kompor (eeeaaaa… emang penting? hehe).

Sebenarnya yang mau saya bagi sekarang bukan tentang ampas tahu. Tapi ampas-ampas lainnya. Kalau boleh saya tanya, pernahkah dalam hidup kita, kita benar-benar memikirkan dan menyaring kata-kata apa yang akan kita ucapkan sebelum kita berbicara dengan orang lain? Pernah nggak kita berfikir, apa kata-kata yang akan kita ucapkan akan menyakiti orang lain atau tidak? Kalau iya, berarti kita nggak beda jauh dengan pabrik tahu di belakang rumah saya itu. Lho kok?

Saya punya pengalaman buruk dengan orang yang hobi ngomong ceplas-ceplos tanpa pikir panjang. Suatu hari dia pernah mengeluarkan kata-kata, yang mungkin tidak dimaksudkan untuk menyakiti saya, tapi entah kenapa setelah mendengar kata-katanya tentang saya, saya jadi nggak enak makan dan tidur karena saking keselnya dengan ucapannya. Apalagi ucapan itu datang dari sahabat saya sendiri, seseorang yang seharusnya lebih tahu sifat dan karakter saya daripada orang lain. Tapi setelah saya fikirkan lagi, mungkin dia tidak bermaksud sekasar itu pada saya, hanya pilihan bahasanya saja yang salah, yang bukannya menghibur malah “membunuh” saya. Bukan cuma itu, kita juga pasti pernah mendengar berita tentang seseorang yang membunuh orang lain karena omongan orang tersebut menyinggung dan bikin dia sakit hati. Nggak salah kalau ada orang bilang, mulutmu harimaumu (Fyi, saya pernah posting tulisan serupa di sini).

“Nah, kalau gitu sih salah yang denger, kenapa dia gampang tersinggung?”
Kata salah seorang teman saya, ketika saya bercerita tentang berita pembunuhan karena salah ngomong itu.

Saya cuma bisa senyum. Sebenarnya pendapat dia juga nggak salah-salah amat. Terkadang kita bermaksud baik ketika berpendapat dan berucap, tapi mungkin karena pilihan kata yang tidak tepat, akibatnya malah menyinggung orang di sekitar kita. Kalau gitu, apa masih bisa kita ngomong kalau yang salah yang mendengar? Telinga nggak bisa menyaring suara yang dia dengar, jadi kita nggak mungkin menyalahkan telinga. Beda dengan mulut, kita bisa mengendalikan mulut kita, walaupun lidah nggak bertulang, tapi kita kan punya otak, dan salah satu fungsi otak adalah mempertimbangkan, mana hal yang bisa diucapkan, mana yang tidak. Hitung-hitung sedia payung sebelum hujanlah, sebelum kita benar-benar menyakiti orang lain dengan kata-kata dan ucapan kita, ada baiknya kita menyaring baik-baik apa yang ingin kita ucapkan. Toh, kita sendiri juga males dan sebel kan, kalau ada orang yang sengaja atau enggak, pernah menyinggung perasaan kita karena ucapannya. Sama seperti saya dan tetangga saya yang sebal sama ampas tahu pabrik di belakang rumah kami. Kita juga pasti sebal dengan “limbah” dari mulut orang lain yang secara semena-mena telah mencemari telinga kita.

Jadi, masih minat “buang ampas” mulut kita sembarangan? Ampas tahu sih masih bisa diolah lagi jadi tempe bongkreng, atau di tempat saya disebut tempe menjes. Tapi kalau ampas mulut? Jangan sampai deh ada istilah “Mulutmu Toiletmu.” hehe.. 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Ampas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s