Proses Jatuh Cinta

Jadi, di siang yang membosankan ini saya iseng-iseng berselancar di dunia maya. Kalau dulu biasanya saya akan langsung menuju Facebook atau Twitter untuk cuap-cuap nggak jelas, belakangan ini saya justru sedang hobi mencari berbagai macam hal yang membuat saya penasaran lewat Google. Sejak kecil saya memang mempunyai rasa penasaran yang tinggi, tapi saya bukan tipe orang yang suka bertanya, saya lebih suka mencari jawaban dan memenuhi rasa penasaran saya itu sendiri.

Dan, akhir-akhir ini saya penasaran, kenapa ada istilah kalau cinta itu berawal dari mata lalu turun ke hati, kita semua pasti pernah mendengar pepatah tersebut bukan? Saya jadi kepikiran, apakah segampang dan sesepele itu proses seseorang untuk jatuh cinta? Karena sepanjang 24 tahun hidup saya, setahu saya dan menurut pengalaman cinta saya yang menyedihkan (hehe), jatuh cinta tidak semudah itu, butuh proses yang kadang menurut saya sendiri nggak masuk akal. Berbekal rasa penasaran tingkat dewa inilah (gubrak!!) saya dengan percaya dirinya memasukkan kalimat “Bagaimana proses jatuh cinta?” di Google. Dan hasilnya saya menemukan banyak artikel tentang proses jatuh cinta ditinjau dari berbagai aspek, termasuk proses terjadinya jatuh cinta menurut sains dan proses kimiawinya.

Proses kimiawi? Ya, bahkan saya sendiri kaget, karena ternyata cinta juga punya rumus kimianya sendiri.

iloveyoutest

Menurut blog yang saya baca, konon penyebab utama jatuh cinta adalah kerja gotong royong antara hormon estrogen dan testoteron yang menimbulkan “lust” atau gairah atau rasa ketertarikan pada lawan jenis. Setelah fase “lust.” seseorang yang sedang jatuh cinta biasanya akan memasuki fase “attraction” atau perasaan tergila-gila pada lawan jenis, pada fase ini otak akan terangsang untuk menghasilkan tiga senyawa cinta, yaitu: Phenyletilamine (PEA), Dopamine dan Nenopinephrine. Dari ketiga senyawa tersebut, senyawa PEA-lah yang paling berperan dalam proses kimiawi cinta. Senyawa ini juga yang mengakibatkan Anda merasa tersipu-sipu malu ketika berpandangan dengan orang yang Anda sukai. Dan ternyata senyawa PEA ini banyak terkandung dalam coklat. Mungkin inilah sebabnya orang-orang dulu bahkan juga sekarang suka memberi coklat pada seseorang yang dicintainya. Sedangkan senyawa dopamine bertanggung jawab menciptakan perasaan bahagia dan bahkan sering membuat kita terlihat lebih cantik atau tampan saat jatuh cinta. Dopamine juga mengakibatkan jantung berdetak tiga kali lebih cepat, mengalirkan darah lebih banyak ke daerah pipi dan organ seksual . Pengalihan aliran darah ini mengakibatkan perut terasa kosong sehingga seringkali saat kita jatuh cinta, kita merasakan kupu-kupu dalam perut kita. Dan nenopinephrine  bertanggung jawab dalam menciptakan debar-debar pada jantung, kegelisahan, dan kesenangan tiada tara saat merasakan cinta.

Fase berikutnya, tubuh akan memproduksi senyawa endrophine yang menimbulkan rasa rindu, aman, nyaman, dan tentram ketika kita bertemu atau dekat dengan orang yang kita cintai. Fase terakhir biasanya dialami oleh pasangan yang sudah menikah atau berhubungan lama. Pada fase ini otak kecil kita akan memproduksi senyawa bernama oxyrocin. Senyawa tersebut bertanggung jawab akan timbulnya rasa ingin memiliki dan rasa cinta yang lebih dalam lagi.

Keren kan? Saya pun terkesima. Cinta yang saya anggap hanya perasaan yang timbul karena rasa ketertarikan kepada lawan jenis saja, ternyata melalui proses yang unik yang melibatkan organ-organ yang diciptakan Tuhan dalam tubuh kita. Jadi, nggak ada istilahnya kita nggak akan bisa jatuh cinta lagi setelah kita berhenti mencintai seseorang, karena tanpa kita sadari proses itu senantiasa terjadi dalam tubuh kita, tinggal kita saja mau menyadarinya apa tidak. Kalau saya, saya justru sedang menikmati proses dimana para kupu-kupu sedang senang-senangnya berterbangan di perut saya, hehe. Ya, saya sedang jatuh cinta (lagi). kenapa tidak? Toh cinta ini datangnya juga dari dalam tubuhh saya sendiri, diproduksi oleh senyawa-senyawa dalam tubuh saya yang notabene anugerah dari Allah azza wa jalla, pencipta saya. Jadi, kenapa harus saya tolak? Mulai sekarang say no to patah hati,

Jatuh cinta lagi saja.. :))

Sumber: Bisa baca di sini, di sini, dan di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s