Sekilas

Lama tidak menulis di sini, saya merasa perlu beberes di sana sini membersihkan sarang laba-laba yang menggantung di setiap sudut blog saya, hehe. Entah kenapa tiba-tiba hari ini saya merasa ingin menuliskan sesuatu di sini, bercerita tentang banyak hal yang saya alami. Tapi rasanya, terlalu banyak yang ingin saya tulis, sampai saya bingung mana yang harus saya tulis dulu. Saya terkadang kagum dengan orang-orang yang begitu berdedikasi dan berkomitmen dalam mengisi blog mereka, apalagi jika blog-blog tersebut adalah blog-blog essai yang isinya opini dan pengalaman hidup mereka. Saya jadi iri, karena saya merasa hidup saya tidak seramai itu, dan walaupun mungkin saya juga mengalami banyak hal di sekitar saya yang sangat amat ingin saya tuliskan di sini, entah kenapa, setiap saya menyalakan laptop, jari saya selalu menuju folder video yang berisikan film-film bajakan hasil “curian” saya, hehe.

Saya benci sama diri saya yang selalu kalah sama rasa malas ini.

Kadang, saya jadi rindu masa-masa ketika saya belum memiliki laptop. Setiap ada ide yang muncul saya selalu menuliskannya di bagian belakang buku tulis jaman saya sekolah dulu, entah itu cerpen super mini, curhatan, atau puisi. Entah sedang sangat sedih atau bahagia, pelarian saya memang ke kertas dan pensil, karena saya bukan orang yang pandai mengungkapkan sesuatu lewat lisan. Bahkan karena saking sukanya dengan menulis, saat sedang ujian matematika, kertas buram yang diberikan guru saya untuk media menghitung malah saya gunakan sebagai media untuk menulis puisi-puisi norak ala remaja labil, mau gimana lagi, serumit apapun proses menghitung yang saya kerjakan saya nggak pernah menemukan hasil yang sama dengan yang tertera di soal ujian saya, hehe.

Sebenarnya bukan salah laptop saya juga, kesalahan tetap pada saya yang memang malas dan mencari-cari alasan untuk membenarkan sikap saya ini. Tapi paling tidak, saat ini saya berhasil mengalahkan rasa malas saya dengan menuliskan sesuatu lagi di sini setelah sekian lama. Meskipun, tulisan ini nggak ada intinya, tapi paling tidak tulisan ini bisa jadi pengingat untuk diri saya sendiri, agar ke depannya saya lebih rajin menulis lagi, agar ketika tua nanti dan saya tak mampu menulis lagi, saya masih bisa membaca tulisan-tulisan lama saya yang beraliran alay ini, agar saya selalu ingat, kalau hidup saya tidak begitu membosankan, malah, begitu menyenangkan.. hehe

Ayo Vani! Menulis lagi! Meskipun hanya kamu pembaca setia blog ini, hahahahahaha

Mari menulis!!! 🙂