Random: Blind (literary) Date

Saya nggak pernah ngerti dengan jalan fikiran teman-teman saya yang selalu bernafsu menjodohkan saya dengan kenalan atau teman mereka. Tapi, bukan salah mereka juga sebenarnya, mungkin muka saya memang muka jomblowati sejati, atau mungkin juga karena di dahi saya terdapat tulisan dengan huruf besar dan tebal yang berbunyi “SINGLE AND ALWAYS AVAILABLE”.

Dan akibat dari ‘kebaikan’ hati teman-teman saya itulah saya berulang kali mengalami momen bernama blind date a.k.a kencan buta yang menurut saya merupakan hal yang ter-awkward moment dalam hidup saya, dan saya paling nggak suka ketika harus berada dalam situasi yang membuat saya mati gaya. Karena itulah saya selalu menghindari acara berjudul kencan buta tersebut. Mungkin karena tahu temannya ini pinter berkelit macam belut tiap diajak kencan buta, pada suatu hari salah seorang teman saya pernah dengan teganya menipu saya mentah-mentah sehingga saya harus merasakan awkward moment itu lagi.

blind-date-1

Sebenarnya tidak ada masalah dengan kencan butanya atau pasangan kencan buta saya. Masalah ada pada saya, saya bukan tipe orang yang pandai berbasa-basi dan mudah ngobrol dengan orang yang baru saya kenal, saya juga bukan tipe orang yang mudah tertarik atau simpatik, saya malah cenderung cepat il-feel dan nggak nyaman ketika lawan berbicara menunjukkan sinyal-sinyal yang tidak tepat menurut saya. Ya, mungkin karena itulah saya betah menjomblo sampai detik ini.

Mungkin saya patut pula menyalahkan darah yang mengalir di diri saya yang membuat saya memiliki sifat natural bernama “terlalu lama menimbang dan berfikir”. Jujur, diam-diam saya selalu menilai lawan bicara saya, cara dia berbicara, ciri khasnya, sampai kata apa saja yang sering dia gunakan. Dari pertimbangan itulah saya bisa menarik kesimpulan secara umum bagaimana sifat dasar orang tersebut. Agak sok tau sebenarnya, tapi saya memang tipe orang yang lebih percaya intuisi saya daripada apa yang saya lihat. Walaupun mungkin mata nggak mungkin bisa bohong.

Kembali soal blind date yang mungkin telah menyesatkan banyak orang (sudah berapa kali saya pakai kata mungkin?). Ajaibnya, ternyata ada lho pasangan yang tadinya bertemu saat kencan buta akhirnya menikah. Yang seperti itu mungkin (mungkin lagi…) jalan yang sudah ditentukan Tuhan. Ya, jodoh memang misterius, kita nggak tahu darimana datangnya.

Yang jelas, mau dari blind date kek deaf date kek atau dari kencan-kencan “cacat” lainnya kita bertemu jodoh kita, semoga saat itu kita benar-benar tidak membabi buta dalam membuat pilihan. Selalu buka hati saja, cinta ada dimana-mana.

Tapi buat saya, tidak dari kencan buta.. hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s