Surat Untuk Anak-Anakku Yang Entah Kapan Akan Melihat Dunia

Anakku,
maafkan Bunda jika nama yang nantinya Bunda berikan padamu bukanlah nama yang bagus menurutmu, tidak keren, atau ketinggalan jaman. Maafkan Bunda jika nama itu mungkin akan membuatmu menjadi bahan olokan orang lain. Tapi percayalah, nama itu Bunda berikan bukan untuk membuatmu susah. Itu adalah simbol doa dan harapan Bunda agar kelak kamu bisa menjadi seseorang yang baik di mata Allah dan orang lain. Amin…

Anakku,
tak perlu kamu jadi orang jenius atau pintar. Bunda cuma minta kamu bertahan di dunia yang belum bisa menghargai keunikan setiap individu ini. Jadi diri kamu saja, jadilah layang-layang yang senantiasa mengikuti arah angin tetapi masih membiarkan Bunda memegang senarnya, begitu kamu siap, Bunda akan dengan senang hati melepas senarmu dan membiarkan kamu menjalani takdir dan keinginanmu. Ingat saja anakku, dunia terkadang sedikit kejam, tapi jadikan itu penyemangat bukan pelemah tekadmu. Rasakan setiap rintangan dengan ringan maka kamu akan merasakan pahit manisnya menjadi manusia biasa, kamu gak harus selalu kuat, ketika kamu lemah, ingatlah, Allah ada di manapun dan kapanpun kamu butuhkan Dia. Dan doa Bunda tidak akan pernah putus untuk kamu nak…

Anakku,
jadilah seseorang yang kamu inginkan, selama itu masih di jalan Allah, doa dan dukungan Bunda akan selalu bersamamu. Tak perlu kamu jadi seseorang yang tidak kamu inginkan demi membahagiakan Bunda. Bunda tidak mau kelak menjadi salah satu pembunuh mimpi-mimpimu. Asal kamu bahagia dan bertanggung jawab, Bunda akan ikut bahagia sekalipun mungkin kelihatannya Bunda tidak bahagia. Jangan berhenti berdoa dan mendoakan Bunda dan Ayahmu saja. Itu cukup buat Bunda.

Anakku,
Bunda bukan seniman yang baik, jadi Bunda tidak akan mampu mengukir, membonsai atau memahat kamu. Bunda hanya bisa menulis doa-doa bunda, dan berharap kamu akan menjadi anak sholeh dan sholehah, calon tentara-tentara Allah yang berjuang di jalanNya dengan caramu masing-masing.

Anakku,
Bunda bukan orang suci dan gila hormat. Bunda tidak ingin disegani, Bunda cuma ingin dicintai. Bunda tidak butuh materi, Bunda hanya ingin doa dari kamu ketika kelak Bunda pergi meninggalkanmu selama-lamanya. Tak perlu membalas apa yang telah Bunda berikan kepadamu selama hidup, jadi anak yang baik di mata Allah saja, itu cukup.

Anakku,
maafkan Bunda jika saat Bunda pergi nanti Bunda belum sempat meminta maaf atas kesalahan-kesalahan Bunda padamu selama Bunda hidup. Maafkan jika Bunda sempat khilaf dengan memakimu, memarahimu, atau bahkan memukulmu. Maafkan jika hal-hal itu sempat sangat menyakitimu. Allah tahu Bunda sayang kamu, dan Bunda harap kamu pun tahu Bunda tidak pernah bermaksud seperti itu, maafkan Bunda nak…

Terakhir,
Bunda harap kita bertemu di hari akhir nanti karena doa-doamu untuk Bunda yang tak pernah putus. Bunda harap, saat kita bertemu lagi kelak, Bunda akan melihatmu dengan wajah yang bercahaya. Amin Allahuma Amin…

Selalu dengan doa dan cinta
Bundamu yang tak sempurna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s