20112011

Tepat di tanggal cantik ini saya meninggalkan 22 tahun dan memasuki angka ke 23 tahun dalam hidup saya. Rencananya tadi malam saya mau merayakan bertambahnya keriput di muka saya dengan nonton film semalaman (tadinya mau istighosah, apa daya lagi berhalangan *serius*). Tapi ternyata saya cuma kuat nonton satu film karena ngantuk dan melewatkan detik-detik terakhir umur 22 tahun saya. Kalau ditanya apa yang telah saya capai selama 22 tahun belakangan. Jawaban saya adalah mendongakkan kepala ke atas, terdiam, tertunduk, menerawang, sedikit berfikir, lalu tersenyum dan berkata “nggak ada…” dengan wajah polos penuh dosa. 😀

Kalaupun ada satu kesuksesan yang benar-benar saya banggakan adalah mengerjakan skripsi dalam waktu 3 bulan saja dan sukses mendapatkan nilai A. Padahal dalam prosesnya saya sempat dicuekin dosen pembimbing dan hampir kehilangan kesempatan ikut ujian karena draft skripsi yang telah ditandatangani dosen pembimbing lenyap begitu saja (sampai sekarang saya nggak pernah menemukan draft itu). Tapi kebanggaan ini pun cuma saya rasakan sebentar, karena selanjutnya saya diharuskan menghadapi dunia nyata yang ternyata lebih kejam dari Ibu tirinya Snow White. Kadang saya suka berfikir, betapa sia-sianya hidup saya. Di umur 20 tahunan banyak orang di luar sana yang sukses menggebrak dunia dan membuat berbagai inovasi yang mengagumkan. Steve Jobs membuka perusahaan Apple nya saat umur 25 tahun. Tepat di umurnya yang ke 20 tahun, Mark Zuckerberg sukses menciptakan Facebook. Di umur 25 tahun Bung Tomo sukses menggempur mundur Belanda pada perang 10 November di Surabaya. Dan king of the rock band, The Beatles memulai karir mereka di umur 25 tahun, kita pasti tahu betapa melegendanya The Beatles di jagat musik. Lah saya? Mau buat software, excel saja nggak bisa. Mau buat jejaring sosial, bersosialisasi aja jarang alias kuper. Mau perang juga sama siapa, cari gara-gara aja kalau mau memerangi Belanda. Mau bikin band, nyanyi nggak bisa dan satu-satunya alat musik yang bisa saya mainkan adalah telapak tangan.

Banyak orang bilang, “Life begins at forty.” Kalau menurut saya justru di umur 20-an lah hidup kita dimulai. Di umur ini kita mulai mengenal bagaimana hidup sebenarnya, memasuki fase pendewasaan, mengenal banyak orang baru, belajar banyak hal yang nggak kita tahu di umur belasan, mulai berfikir logis dan nggak kekanak-kanakan, melihat segala sesuatu tidak dari satu sudut panjang, dan mulai berfikir tentang masa depan. Di umur 20-an kita banyak mengalami hal yang nggak kita alami di umur belasan, hal yang mungkin nantinya akan membuat kita sukses, atau malah membuat kita jatuh dan menyesal seumur hidup kita.

Kembali lagi, hidup itu pilihan yang sepenuhnya ada di tangan kita, jadi mau sukses atau jatuh itu semua tergantung bagaimana kita menjalani hidup kita. Mungkin saat ini saya menyesal, tapi besok saya akan mengubah rasa sesal itu menjadi rasa bangga. Nggak harus terkenal kan untuk jadi orang sukses? Berhasil mengalahkan fikiran negatif dalam diri kita pun adalah sebuah kesuksesan. Dan, saya mulai tahun ke 23 saya dengan menyebut nama Allah dan segudang harapan agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Aamiin…
PS: Tanggalnya cantik ya folks? 20112011, jadi kepikiran masang togel nih, hehe…:D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s