Random: Bukan Tentang 11-11-11 (serius)

Pada dasarnya saya adalah orang dengan tingkat penasaran tinggi. Ibu saya kadang jadi malas memperkenalkan saya pada suatu hal, karena nantinya, nggak peduli apa akibatnya saya akan mencobanya. Dulu waktu kecil saya pernah dibawa ke UGD sama orang sekampung gara-gara mutiara. Loh kok? Ceritanya, ada seorang teman ngaji yang membawa koleksi mutiara mainannya ke masjid, biasalah kalau anak kecil bawaannya selalu pengen show off di depan teman-temannya. Saya yang waktu itu masih kelas 2 SD penasaran, apa jadinya kalau mutiara sebesar ini masuk hidung? Jawabannya, orang sekampung heboh dan saya pun di keroyok dokter di ruang operasi tanpa bius (sekarang saya tahu kenapa lubang hidung saya lebar, LoL).

Yep, my curiosity could kill an elephant.

Masih soal penasaran, saya termasuk orang yang selalu penasaran sama barang baru di bidang jejaring sosial dan per-blog-an. Dulu, waktu jaman chatting, suka sekali pakai MiRc (begitu ya namanya?). Hampir setiap pulang sekolah pada hari sabtu, saya selalu mampir ke warnet rame-rame sama teman untuk chatting. Terus, ada friendster, hampir setiap minggu update profil, add cowok-cowok bening, trus main-main sama glitter words. Lalu, Facebook happening, langsung bikin dan baru aktif 3 bulan kemudian karena sebelumnya nggak tahu cara mainnya (hehe). Merasa jiwa “curhat” tidak tersalurkan dengan baik mulai deh buat blog dari blogspot sampai multiply. Dan datanglah era microblogging dengan twitter dan plurk-nya, percaya atau nggak, saya lebih dulu aktif di plurk daripada twitter, sekarang entah bagaimana nasib si plurk itu karena saya lebih hobi twitteran. Dari semua situs di atas saya masih merasa ada yang kurang, mau curhat di Facebook kok kesannya nyampah banget di wall-nya orang lain, ngoceh di twitter terlalu dikit kapasitasnya cuma 140 karakter/tweet, mampir ke multiply terlalu luas tempatnya buat sebuah ocehan kosong. Then, it’s tumblr…. Thanks to David Karp for making such site like Tumblr. It’s not blog, nor microblog, it’s tumbleblog. Pas lah, dapet tengah-tengahnya.

Saya juga hobi ngintip website pribadi orang-orang gak terkenal dan terkenal, Kadang ada yang enak dibaca, bikin ngakak, kadang malah ada yang sangat amat membosankan atau sok tahu (saya masuk kategori ini, hehe). Nah, kemarin kebetulan baru ngintip website seorang publik figur dan memutuskan untuk membaca, setelah dibaca, kok agak membingungkan ya, terus dibaca, baca, baca lagi tetep nggak ngerti. Berarti ada dua kemungkinan, antara dia yang terlalu pinter atau saya yang terlalu bloon. Waktu baca komentar-komentar di bawahnya, bukan cuma saya, ternyata banyak yang nggak ngerti juga. Mungkin, itulah enaknya punya website pribadi, mau ngomong apa, komentar apa, suka-suka kita. Perkara orang mau ngerti atau nggak, itu urusan mereka. Yang penting isi otak tersalurkan dengan elegan (gubrak).

Kalau dipikir-pikir bener juga sih, tulisan kita ini, website kita ini, blog kita ini, nggak ada tanggung jawab untuk selalu menarik pembaca. Mau baca monggo, nggak suka tinggal klik tanda (x) saja. Selesai perkara. Kayak katanya Om Anton Chekhov

“A writer is not a confectioner, a cosmetic dealer, or an entertainer.”

Jadi, jangan takut untuk menulis, saya yang nggak kompeten aja pede, daripada pake narkoba kan? 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s