Countdown To Ramadhan.

Kurang lebih seminggu kedepan kita akan memasuki bulan ramadhan. Sebenarnya, apa sih yang paling kita ingat waktu ramadhan selain susahnya bangun sahur atau nikmatnya berbuka?

Ramadhan buatku adalah tentang tarawih, tadarus, zakat, khotmil qur’an, sama tidur. Karena semua perbuatan diatas mendatangkan pahala buat kita yang melakukannya, kapan lagi coba diantara 12 bulan yang kita tidur aja dapat pahala selain ramadhan. Nggak salah kalau beberapa stasiun TV memasang tagline “Ramadhan Penuh Hikmah”, karena pahala, nikmat dan anugrah di bulan Ramadhan bener-bener diobral. Kalau kita mau, kita bisa petik dengan mudah kayak metik teh.

Ramadhan adalah juga tentang keikhlasan. Di bulan lailatul qadar ini kita diajarkan untuk merasakan hal yang gak pernah kita rasakan sebagai orang mampu. Yaitu menahan lapar dan haus dari fajar sampai terbenamnya matahari, dan sifat yang paling dibutuhkan dalam hal ini adalah keikhlasan. Kita diminta untuk ikhlas menjalani itu semua agar kita juga bisa merasakan apa yang dirasakan para fakir miskin dan anak yatim yang bisa makan sehari sekali aja sudah untung. Dan kalau kita ikhlas melakukan puasa kita, kita akan ikhlas juga ketika mengeluarkan zakat untuk mereka yang membutuhkan. Ikhlas adalah ilmu yang memang sudah sunatullah ada dalam diri kita masing-masing, tinggal bagaimana kita bisa merendahkan diri dan tidak mengedepankan ego.

Akupun masih belum bisa ikhlas. Walaupun aku tahu manusia tempatnya khilaf, tapi aku masih punya otak untuk berfikir kalau aku gak boleh mengulangi kekhilafan itu untuk yang kedua kali apalagi yang ketigakalinya. Karena orang yang jatuh ke lubang yang sama untuk yang kedua kalinya adalah orang yang merugi, dan orang merugi temannya setan. Naudzubillah min dzalik.

Sekarang, sudah siapkah kita untuk memasuki bulan ramadhan? Sama seperti tahun baru. Saat memasuki bulan Ramadhan kita juga harus mempunyai resolusi-resolusi atau target yang musti kita penuhi di bulan ramadhan. Ini juga bisa melatih tingkat komitmen kita sama diri kita sendiri. Kalau kita sudah bisa penuhi janji sama diri kita sendiri apalagi sama orang lain. Misalnya, khatam al-qur’an setiap minggu. Kalau gak mampu, khatam al-qur’annya dalam waktu sebulan.

Ramadhan penuh hikmah itu nyata. Kalau kita mau menghayati esensi berpuasa dan beribadah selama Ramadhan.

Wallahu a’lam bish Shawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s