Arti Sebuah Bungkus

Saya termasuk orang yang menilai segala sesuatu dari apa yang membungkusnya. Entah itu buku, film, majalah, koran bahkan orang. Karena menurut saya jika ingin mengenal sesuatu kenalilah bungkusnya. Buku dengan ilustrasi yang nyeni dan judul yang atraktif pasti jadi tujuan awal saya ketika sampai di toko buku. Saat memilih film saya juga selalu melihat kover filmnya terlebih dahulu, setelah itu judul selanjutnya saya baru melihat sinopsis film tersebut. Begitupun dengan koran dan majalah. Menilai seseorang pun saya selalu menilai dari penampilannya dulu, bukannya mau sok kritikus atau apa, karena sebagai manusia biasa tentu kesan visuallah yang pertama kali kita tangkap dari seseorang, karena saya bukan dukun atau psikiater yang bisa langsung menilai dan tahu isi kepala dan sifat seseorang.

Mungkin ini karma. Selama ini saya selalu menilai seseorang dari bungkusnya, begitu saya dinilai seseorang dari bungkus saya, saya merasa tersinggung. Saya memang orang yang tidak suka menjadi pusat perhatian, karena itu saya suka pakaian klasik dengan model yang long lasting, karena saya nggak begitu suka berbelanja sehingga saya membutuhkan pakaian yang tetap terlihat aktual meskipun masih saya gunakan sampai 5 tahun lagi, selain itu saya buta mode, jadi saya hanya memakai apa yang nyaman menurut saya. Setidaknya itu pendapat saya sampai kalimat itu mampir di kuping saya,
“Mbok kalau pakai baju yang mbois (modis, jawa) dikit, biar kelihatan mudanya, gak kuno.”
Saya bukan tipe orang yang mudah tersinggung tapi mungkin karena mood saya lagi labil (maklum, penyakit bulanan), kalimat sederhana itu terasa seperti palu godam yang menghantam ubun-ubun saya dan membenamkan saya ke dalam tanah, apalagi yang mengucapkan kalimat itu orang terdekat saya.

Saya jadi berfikir segampang itukah seseorang menghakimi orang lain hanya dari pakaian yang digunakan? Jujur, saya memang menilai seseorang dari pakaiannya, tapi hal itu tidak serta merta membuat saya menghakimi seseorang hanya karena cara berpakaiannya, karena siapa sih yang tahu isi kepala seseorang selain orang itu sendiri dan Tuhan.

Kalau Shakespeare punya ungkapan “Apalah arti sebuah nama?” maka saya pun memiliki ungkapan “Apalah arti sebuah bungkus?” Dulu, orang berjilbab dianggap suci dan ahli agama, tapi sekarang jilbab sepertinya hanyalah bagian dari mode dan perkembangan jaman, berjilbab bukan lagi untuk meraih ridha Allah, tapi untuk menarik perhatian calon mertua atau suami. Dulu, orang berambut gondrong dengan celana jeans belel dianggap anak jalanan dan pengangguran, sekarang gaya seperti itu banyak kita temui di mal-mal yang notabene tempat prestis dan “terhormat.” Dulu, batik hanya dipakai untuk kondangan dan tidur, tapi sekarang batik bahkan digunakan di forum-forum internasional.

Bungkus selamanya hanya akan jadi bungkus, mungkin benar bungkus seseorang adalah refleksi kepribadian orang tersebut tapi mungkin itu hanya 20% nya saja, sisanya adalah gaya bertutur, cara berfikir dan sikap orang tersebutlah yang mampu menunjukkan seperti apa kepribadian orang itu sebenarnya. Modern atau tidaknya seseorang bukan diukur dari modis atau tidaknya cara berpakaian orang tersebut. Modern terletak pada pola dan cara berfikir kita, dari sudut pandang kita dalam melihat sesuatu, bukan dari aktual tidaknya pakaian yang kita gunakan atau mahal tidaknya baju kita. Saya punya seorang teman yang bisa dibilang selalu aktual dalam urusan berpakaian, setiap ada model pakaian terbaru teman saya ini pasti memilikinya, tapi anehnya kalau diajak ngomong soal teknologi atau isu terkini dia cuma mlongo. Rupanya “processor”nya tidak secanggih bungkusnya .

Kalau boleh membandingkan, mari kita bandingkan Paris Hilton dan Hillary Clinton, mungkin ini perbandingan yang aneh, tapi kita pasti tahu mana yang lebih modis dan mana yang lebih cerdas, serta mana yang lebih modern cara berpakaiannya dan mana yang lebih modern cara berfikirnya.

Jadi, apa masih menilai seseorang dari bungkusnya? Kalau saya sih, masih… hehe. Karena saya kan bukan dukun (tetep ngeles..)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s