Malu

“Malu bertanya sesat di jalan”

Pepatah di atas mungkin sering kita dengar sejak masih duduk di bangku sekolah. Maksudny tentu agar generasi berikutnya senantiasa menumbuhkan rasa ingin tahu dan berinovasi dari ketidak tahuannya itu. Tapi bukan malu yang semacam itu yang akan saya bicarakan di sini. Saya akan membahas tentang orang paling tidak tahu malu se Indonesia atau bahkan se dunia. Yap, saya sedang membahas tentang oknum yang baru divonis 7 tahun penjara itu. Gayus Holomoan Pertahanan Tumbuan.

Kenapa saya bilang dia orang yang gak tau malu? Karena dalam pledoi yang dibacakan beberapa waktu lalu, Gayus dan penasehat hukumnya meminta ia dibebaskan atau dihukum seringan-ringannya, bahkan dia minta dijadikan staf ahli Kapolri atau kejaksaan untuk membersihkan Indonesia dari korupsi.

Silahkan ngakak.

Melihat tingkah Gayus itu saya jadi berfikir jangan-jangan dia terobsesi menjadi Frank W. Abagnale Jr. Yang merupakan penipu ulung pada tahun 60 an di Amerika dan akhirnya membantu FBI untuk mengungkap kasus penipuan lainnya. Kisah ini pernah difilmkan dengan judul Catch Me if You Can dan tokoh Frank di perankan oleh Leonardo di Caprio. Bagi saya yang rakyat jelata ini, kasus Gayus dan kasus-kasus lainnya yang terekspos media menunjukkan betapa mudahnya hukum dibeli, dan betapa tidak tahu malunya para pelaku tindak korupsi dan penyuapan itu.

Pernah nggak ya terfikir di otak mereka bahwa anak, istri dan keluarga diberi makan dari uang yang bukan haknya yang seharusnya tidak disalah gunakan? Atau paling tidak, pernahkah mereka merasa malu dengan perbuatan mereka? Sepertinya urat malu mereka sudah putus.

Rasa malu ternyata tidak melulu berkonotasi negatif. Rasa malu adalah pengendali paling ampuh yang akan menyaring pantas tidaknya perbuatan yang akan akan kita lakukan. Dari menumbuhkan rasa malu melakukan hal buruk dan jahat, maka dengan sendirinya sistem pengendalian diri kita akan bekerja dengan sempurna sehingga kita terhindar dari perbuatan yang akan memalukan tidak hanya bagi diri kita sendiri tapi juga bagi keluarga dan orang sekitar.

Insya Allah kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa malu melakukan dosa. Allahuma amin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s