Simalakamanya HAKI

HAKI atau hak kekayaan intelektual adalah sebuah sistem yang diciptakan untuk melindungi hasil karya atau cipta dan buah pemikiran dari seseorang. Intinya HAKI diciptakan untuk mencegah pembajakan atau pencurian buah pemikiran dan karya seseorang. Tapi apakah HAKI benar-benar efektif dan menguntungkan? Menurut saya, HAKI pada satu sisi memang melindungi pencipta sebuah karya, tapi di sisi lain HAKI adalah drakula pencengkeram pengguna suatu karya atau pemikiran itu.Pertanyaannya, bagaimana itu bisa terjadi?

Ambil contoh tempe. Kita sebagai orang Indonesia, terutama Jawa pasti sangat mengenal jenis makanan yang berasal dari kedelai ini. Entah sejak kapan tempe menjadi salah satu kebutuhan pokok. Di rumah saya saja tidak pernah melewatkan satu hari pun tanpa tempe. Tapi tahukah anda siapa pemegang hak cipta tempe? Jepang.

Dan kita yang menemukan jenis makanan ini hanya bisa jadi penikmat, bahkan bahan baku kedelainya pun kita masih mengimpor dari luar negeri karena bibit kedelai yang cocok untuk membuat tempe telah di’aku’ HAKInya oleh negara lain. Sedangkan bibit kedelai lokal tidak cocok untuk dijadikan bahan baku tempe. Beberapa tahun yang lalu kita juga mendapatkan kabar bahwa batik di’aku’ kepemilikannya oleh Malaysia.

So, what we should we do now?
Saya ingin bilang “Pasrah”, tapi setiap kata itu akan keluar dari mulut saya, saya malu kalau ingat sebuah lagu,

Nenek moyangku seorang pelaut
gemar melaut luas samudra
menerjang ombak, tiada takut
menempuh badai, sudah biasa

Dan menurut saya kita baru menghadapi ‘angin’, masih ada angin-angin lain menanti kita bahkan badai di era globalisasi yang akan datang. Yang bisa kita lakukan adalah melindungi karya-karya cipta tradisional indonesia lainnya, dengan cara mempercepat pematenan HAKI tentunya, karena bagaimanapun kita memerlukan HAKI untuk melindungi buah karya dan pemikiran kita dari pembajakan. Simalakama memang, tapi sebelum semua terlambat kita cuma bisa berharap pemerintah segera melindungi aset-aset bangsa lainnya.

Memang cuma do’a yang bisa kita berikan selain melestarikan kekayaan tradisional kita.
Semoga kita bisa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s