Ketika

Hari sabtu tanggal 7 maret, seoramg teman mengirim sebuah pesan ke HP saya, isinya
“Innnalillahi wainnaiLaihi Raji’un, tLh meNinggL dunia teman Qt ….(sengaja disamarkan)
alumni Bhsa 2006 jam 11 tadi siang,TLg sbarkan Smsny kTeman2”

“Kok bisa?” batin saya, saya langsung sadar. Setelah memforward ke beberapa teman lain, saya langsung “mengirim” Al Fatihah. Belakangan saya ketahui meninggalnya beliau karena penyakit yang singkat. Beberapa tahun lalu, saat saya masih duduk di kelas 1 aliyah, saya juga pernah mengalami hal yang serupa. Bedanya, saya mengetahui obituari seorang teman saat SMP itu dari headline news sebuah koran lokal. Berita itu tentang sebuah kasus Bakar diri yang berujung kematian, alasan korban karena tuntutannya tidak dipenuhi kedua orang tuanya. Saya semakin kaget ketika melihat nama dan foto korban. Wallahu a’lam. Setahu saya teman saya ini adalah tipe orang yang ceria dan cuek. Tapi hidup memang misteri bukan?

Menurut saya, 2 hal di atas adalah 2 hal yang sangat kontradiktif. Mereka tahu ujung jalan mereka adalah kematian, Tapi masing-masing dari mereka telah memilih jalan mereka masing-masing. Meninggal dengan tangis kehilangan sekaligus kebanggaan dari orang-orang yang disayangi, atau meninggal dengan tinggalan aib dan penyesalan? Semua memang tergantung cara kita menjalani hidup.

Dan semuanya memiliki kesamaan, yaitu membuat saya ingat. Ingat kalau setiap jalan yang saya tempuh memiliki resiko dan akhirnya masing-masing. Jujur, saya takut. Takut jika saat saya ‘pulang’ nanti saya tidak memiliki persiapan apa-apa, apalagi kalau penyebab ‘pulangnya’ saya menjadi beban bagi keluarga. Saya belum siap sendirian dan ditanya tentang amal perbuatan saya.

Terkadang saya iri pada para terpidana mati atau orang yang telah divonis sisa umurnya oleh dokter. Mereka tahu kapan mereka akan meninggalkan dunia ini, sehingga mereka sempat bertobat dan minta ma’af. Setidaknya ketika waktunya tiba mereka mempunyai persiapan yang matang. Tapi inilah hidup. Sekarang tinggal bagaimana kita bisa memaknai semua dengan tepat.

Dan pasrah saja yang memang bisa kita lakukan setelah berbagi macam ikhtiar diupayakan.

InnaLilaahi wa Inna Ilaihi Raji’un…..

Karena apa-apa yang berasal dari Illah, akan senantiasa kembali pada Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s