S TOMAT

Kalau siang-siang panas, terus minum es tomat pasti seger kan?

tapi S TOMAT yang ini bukan tentang minuman. S TOMAT yang saya maksud adalah, tips-tips untuk menjalani pergaulan sehari-hari. Fyi, tips ini saya dapat dari Kepala Sekolah saya waktu SMP dulu. Dan, tipsnya adalah, eng ing eng… *abaikan*

S = SENYUM
Mau lagi sedih, sebel atau marah, tapi senyum gak pernah boleh ditinggal. Kalau kita selalu senyum maka secara otomatis kita akan memancarkan aura positif yang membuat orang nyaman sama kita, tapi senyumnya yang wajar. Jangan ada orang meninggal kita malah senyum. Bukankan senyum juga termasuk ibadah, apa susahnya sih tarik bibir masing-masing 2 cm kekiri dan kekanan?

TO = TOLONG
Setiap manusia diciptakan sebagai mahluk sosial yang bersimbiosis mutualisme dengan sesamanya, jadi nggak salah kan kalau setiap kita butuh bantuan orang kita awali dengan kata ‘tolong’. Nggak peduli yang dimintai tolong itu pembantu kita atau bahkan pengemis. Tujuannya agar orang yang kita mintai tolong tidak merasa diperintah, jadi menghindari rasa ketersinggungan juga (bahasa apa ini? hehe).
Bahkan, jika seorang guru ingin menyuruh muridnya pun nggak ada salahnya memakai kata ‘tolong’
“Tolong ambilkan kapur nak…”

MA = MAAF
Ada yang bilang dengan meminta maaf, hati kita akan lebih tenang. Kalau dipikir-pikir juga bener loh, seumur hidup kita akan merasa nggak enak hati kalau kita nggak minta maaf sama orang yang pernah kita sakiti atau bahkan menyakiti kita. Setidaknya setelah kita mengucapkan kata maaf beban di pundak kita berkurang setengahnya. Jadi nggak perlu gengsi untuk mengucap maaf walaupun bukan kita yang salah. Justru kita malah dapat pahala. Betul tidak? 🙂

Finally,

T = TERIMAKASIH
Kadang orang jarang mengucapkan kata terimakasih karena merasa dirinya tidak diuntungkan, padahal sejatinya setiap orang berjasa pada kita. Mengucap kata ‘terimakasih’ saja menunjukkan kalau kita menghargai keberadaan mereka, jadi nggak harus menguntungkan kita baru kita mengucapkan ‘terimakasih’ pada seseorang. Sederhana saja, karena kata terimakasih itu murah, kita nggak perlu pake kartu kredit untuk mengucapkan kata ini, jadi buat apa gengsi dan berat untuk sekedar mengucapkan kata ‘terimakasih’ pada tukang parkir misalnya?

 

P.S
Terimakasih untuk Bu Asmawati, ilmu Ibu benar-benar berguna untuk kami. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s