Yang Terlupakan

Namanya Sri, dia si tukang parkir di pasar induk, seragamnya rompi oranye bermerek  ‘JUKIR KOTA’. Setiap hari ia menjaga banyak kendaraan bermotor, mengatur letaknya dan membantu pemiliknya mengeluarkan kendaraan mereka saat akan meninggalkan pasar induk, nggak peduli panas menyengat atau hujan deras ia tetap menjalankan tugasnya. Karena ini amanah, karena inilah pekerjaannya. tapi dari setiap keping yang ia terima ia jarang menerima ucapan terimakasih.

Itulah pak Doel, dialah pahlawan itu, yang senantiasa menutup palang rel saat kereta akan lewat. Setiap ada yang akan menerobos, ia tiup peluit merah yang tergantung di lehernya. Tapi tak pernah ada yang peduli atau mendengarnya. Sama saja, tak pernah ada ucap terimakasih mampir di pos mungilnya.

Dia Kak Bone, setiap petang ia akan menaiki berpuluh-puluh anak tangga untuk mencapai puncak mercusuar dan menyalakan lampu sorot. Walau angin di atas kencang, atau hujan badai, ia tak pernah alpa menyalakan lampu suar. Supaya lalu lintas laut berjalan dengan semestinya. Adakah ucapan terima kasih untuknya?

Nama-nama di ats cuma tokoh fiktif, tapi dalam kehidupan nyata kita banyak menemui orang-orang seperti Sri, Pak Doel atau Kak Bone. Pernahkah kita mengucap kata terima kasih atas jasa mereka, walau cuma senyuman?

Advertisements